logo


Wahyu Widodo, Sukses Jadi Pengusaha Jahe Merah Berkat Pelatihan PerpuSeru

PerpuSeru (Perpustakaan seru), merupakan program CSR dari Coca Cola Foundation Indonesia

18 September 2015 10:18 WIB

Wahyu Widodo (dok.Jitunews.com)
Wahyu Widodo (dok.Jitunews.com)

Initially Wahyu Widodo (19) was confused with the life he went through. However,he finally got a glimmer of hope that could change the course of his life. Through a Corporate Social Responsibility (CSR) program of the Coca Cola Foundation Indonesia, Perpu Seru (Great Library), he can now achieve a turnover of Rp 10 million per month from a business of red ginger that they run.

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Meski pada awalnya bingung dengan kehidupan yang dijalaninya, Wahyu Widodo (19) akhirnya mendapatkan secercah harapan yang dapat merubah jalan hidupnya. Melalui program CSR dari Coca Cola Foundation Indonesia, yakni PerpuSeru (Perpustakaan seru), Ia kini dapat meraih omset senilai Rp 10.000.000 per bulan dari bisnis jahe merah yang digelutinya.

Awalnya pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini memang memiliki mimpi untuk membangun sebuah usaha selepas SMA ditahun 2014 lalu. Namun niatnya ini ditentang oleh kedua orang tuanya yang berlatar belakang seorang petani. Otomatis, tak ada kegiatan yang dilakukannya selain hanya membantu kedua orang tuanya bertani di ladang. Waktu ke waktu secercah harapan itu mucul, manakala tepat di bulan November lalu, ia diajak oleh pengelola perpustakaan desa kabupaten Sragen, untuk mengikuti pelatihan yang di gelar di sana.

Ia bercerita, di pelatihan tersebut dirinya dibekali oleh ketrampilan untuk mengoperasikan komputer dan internet.

“Selain diberikan pelatihan, saya juga di berikan video motivasi orang-orang yang telah berhasil karena perpustakan. Dan disitu muncul dalam hati saya untuk memiliki usaha sendiri,” kenangnya.

Dan saat sedang browsing internet, ia teringat dengan wacananya dahulu bersama teman-temannya untuk memBudidayakan jahe merah. Akhirnya di sela-sela pelatihan, ia pun mulai giat mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan jahe merah.

Untuk mewujudkan impiannya itu, ia pun meminta modal dari kedua orang tua dan kakaknya, hingga akhirnya terkumpulah modal sebesar Rp 400.000. Meskipun pada awal pembibitan ia sempat mengalami jatuh bangun, namun selepas dua bulan kemudian, ia pun sukses melakukan pembibitan pertamanya.

“Pada waktu itu, pagi saat habis bangun tidur ,saya iseng foto pakai kamera jadul saya terus saya iklan di internet. Tidak berapa lama ada orang yang menghubungi saya dan berminat untuk membeli bibit jahe merah,” ungkapnya

Hingga saat ini, ia pun bercerita keberhasilan yang diraihnya merupakan sesuatu hal yang sangat disyukuri. Karena berkat pelatihan yang didapat dari Perpustakaan tersebut ia mampu berdikari dengan usaha yang digelutinya sekarang.

“Saya bisa mencari ilmu di perpustakaan. Kalau dulu hanya bisa baca-baca saja, sekarang dengan adanya fasilitas komputer dan internet, akhirnya saya bisa membuka usaha sendiri dengan berjualan online dari perpustakaan, sehingga bisa mendapatkan penghasilan sendiri,” katanya di ujung perbincangan.

Peluang Bisnis di Tengah Mewabahnya Corona, Tukang Sayur Kekinian

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah