logo


Banyak Mini Market Menjamur, Perekonomian Masyarakat Kecil di Bangkalan Terancam Mati

Perekonomian masyarakat kecil dan menengah cepat atau lambat akan mati

17 September 2015 00:00 WIB

Ilustrasi Mini Market. (Ist)
Ilustrasi Mini Market. (Ist)

BANGKALAN, JITUNEWS.COM - Menjamurnya pasar modern (Mini Market) di wilayah Kabupaten Bangkalan hingga ke tingkat kecamatan yang tersebar di 18 Kecamatan, mengancam matinya aktifitas perekonomian masyarakat kecil dan menengah.

"Mestinya Pemkab Bangkalan dalam hal ini dinas perijinan tidak segampang itu untuk memberi ijin, karena jelas akan mematikan perekonomian masyarakat kecil yang ada sekitarnya," kata anggota Komisi B DPRD Bangkalan, Khotib Marzuki, Kamis (17/9).

Ia menegaskan, jika keberadaan pasar modern terus dibiarkan menjamur dalam perijinannya tidak difilter, maka perekonomian masyarakat kecil dan menengah cepat atau lambat akan mati.

"Jadi kalau Pemkab membiarkan ini, berarti secara tidak langsung tidak memihak kepada masyarakat kecil, karena perekonomian kita tidak terdukung dengan itu," ungkapnya.

Ditambahkan politisi PKB itu, hampir semua pasar tradisional di wilayah Kabupaten Bangkalan dikelilingi pasar modern yang jam bukanya ada yang 24 jam.

"Kami meminta kepada instansi terkait untuk mengevaluasi perijinan pendirian pasar modern itu, karena keberadaan pasar tradisional dan perekonomian masyarakat kecil harus dilindungi," kata pria yang juga menjabat Sekretaris Fraksi PKB.

Lebih lanjut ia menambahkan, jika berbicara secara makro sebetulnya keberadaan pasar modern tersebut sangat bagus, karena bisa menumbuhkan perekonomian dan lapangan kerja.

"Tapi kalau melihat situasi saat ini di Bangkalan justru sangat berbalik arah, banyaknya pasar modern semakin mengikis terhadap perekonomian masyarakat kecil dan menengah," pungkasnya.

(TASYA)

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan