logo


Inovatif, Sisa Pembuatan Wine Bisa Jadi Biofuel Lho! Ini Ulasannya

Grape marc sudah tersedia, murah dan kaya jenis karbohidrat yang mudah difermentasi

17 September 2015 11:08 WIB

Anggur siap dipanen. (Ilustrasi/google)
Anggur siap dipanen. (Ilustrasi/google)


Do you know that the solid waste from wine production can be used to produce competitive biofuels?  Yes, such an innovation has been created by researchers from the University of Adelaide. Published in Bioresource Technology Journal, the researchers showed that up to 400 liters of bioethanol can be produced from fermentation of one ton of grape marc (skins, stems and seeds of grapes, the waste from wine production).

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tahukah Anda, limbah padat yang tersisa dari pembuatan wine (minuman dari anggur) dapat digunakan untuk membuat biofuel yang kompetitif? Ya, inovasi tersebut datang dari para peneliti dari University of Adelaide.

Diterbitkan di jurnal Bioresource Technology, para peneliti menunjukkan bahwa sampai dengan 400 liter bioetanol dapat diproduksi oleh fermentasi dari satu ton grape marc (kulit, batang dan biji anggur sisa dari pembuatan wine).

Produksi wine global menyebabkan sekitar 13 juta ton limbah grape marc setiap tahunnya. Secara nasional, diperkirakan bahwa beberapa ratus ribu ton grape marc dihasilkan setiap tahun dan umumnya dibuang oleh pabrik pembuatan anggur.

“Ini adalah penggunaan berpotensi ekonomi karena sebagian besar merupakan produk limbah,” kata Associate Professo,r Rachel Burton, Leader Program dengan Australian Research Council (ARC) Centre of Excellence seperti dilansir bhataramedia.com.

Kandidat Ph.D. Kendall Corbin menganalisis komposisi grape marc dari dua varietas anggur, cabernet sauvignon dan sauvignon blanc. Dia juga meneliti pra perlakuan grape marc dengan asam dan enzim.

Corbin menemukan bahwa sebagian besar karbohidrat yang ditemukan dalam grape marc dapat dikonversi langsung menjadi etanol melalui fermentasi dengan hasil hingga 270 liter per ton grape marc. Produk sisa dari proses ini cocok untuk digunakan sebagai pakan ternak atau pupuk. Hasil etanol tersebut pun dapat ditingkatkan dengan pra perlakuan menggunakan asam dan enzim hingga 400 liter per ton.

Grape marc sudah tersedia, murah dan kaya jenis karbohidrat yang mudah difermentasi,” kata Corbin.

Sementara itu, dilansir University of Adelaide, Associate Professor Burton mengatakan, “Kami telah menunjukkan bahwa ada industri baru yang potensial dengan evolusi pabrik pengolahan biofuel lokal, melalui penambahan nilai anggur untuk biofuel yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Beli Beras Sachet Rp 2.500, Bisa Kenyang Satu Hari!

Halaman: 
Penulis : Riana