logo


Sukses Jualan Hewan Kurban, Pria Ini Bisa Berangkat Haji 2 Kali! Ini Kisahnya

Saat ini Ahyadi mengaku punya 1.800 ekor kambing yang dikembangkan di Cianjur Jawa Barat

14 September 2015 09:10 WIB

Pedagang hewan kurban, Ahyadi. (Dok. Kompas)
Pedagang hewan kurban, Ahyadi. (Dok. Kompas)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang hari raya kurban yang jatuh tanggal 24 September mendatang, para pedagang hewan kurban kian menjamur di berbagai sudut daerah, tak terkecuali di ibu kota Jakarta. Trotoar pun disulap jadi kandang dadakan.

Salah seorang pedagang hewan kurban dikawasan Gambir, Jakarta Pusat tersebut adalah Ahyadi. Bergelut dengan hewan kurban seperti kambing sepertinya bukan pengalaman baru baginya, pasalnya Ahyadi sudah berjualan hewan kurban tersebut selama 41 tahun lamanya. Hewan-hewan tersebut tentu tak asing lagi baginya, karena memang Ahyadi lahir dari keluarga peternak.

"Awal mula saya memutuskan jadi peternak itu dimulai ketikan engkong (kakek) saya memberi satu ekor kambing. Tapi engkong yakin saya yang bisa ngembangin bisnis beginian," ungkapnya.

Di awal usaha, Ahyadi mengaku terkendala untuk mengembangkan usahanya. Namun ia tak berputus asa. Lama-lama ia pun terbiasa dengan pengembangbiakan kambing.

Setelah mengembangbiakan kambingnya, Ahyadi mulai beralih melebarkan sayap usahanya dengan menjadi pedagang hewan kurban mulai tahun 80-an. Tak ia sangka, berjualan hewan menjelang Idul Adha selalu menguntungkannya, meski ia segan menyebutkan besarannya, tapi ia mengaku bisa pergi haji dua kali di akhir tahun 80-an tersebut. Tak hanya itu, istimewanya lagi, dulu setiap setelah Idul Adha, Ahyadi pun selalu mampu membeli satu rumah.

Kesuksesan yang dirasakan pria paruh baya asal Betawi ini memang tak gampang diraihnya. Lazimnya orang berbisnis, Ahyadi pun pernah merasakan jatuh bangun. Ia mengaku pernah terpuruk karena bisnis hewan sangat rentan dengan serangan penyakit diantaranya yang paling parah yaitu antraks. Tak hanya itu, Ahyadi benar-benar dihantam masalah pada tahun 2007. Saat Jakarta dikepung banjir besar tahun itu, kambingnya pun tak mendapatkan pasokan makanan. Tak tanggung-tanggung kerugian yang dideranya tersebut mencapai nominal ratusan juta.

“Dulu saya pernah rugi sampe Rp 800 jutaan. Yah mau gimana lagi, tapi alhamdulilah saya ambil berkahnya saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat ini Ahyadi mengaku punya 1.800 ekor kambing yang dikembangkan di Cianjur Jawa Barat. Menyoal keuntungan, setelah 41 tahun menggeluti bisnis jual kambing, keuntungan setiap kali Idul Adha tiba diakui Ahyadi bisa mencapai Rp 60 juta.

 

Jangan Dulu Menyembelih Hewan Kurban Sebelum Baca Ini

Halaman: 
Penulis : Riana