logo


Perhatikan Metode Penangkapan Ikan Tenggiri Demi Mejaga Populasinya

Penangkapan ikan yang paling berbahaya adalah penangkapan dengan menggunakan sodium sianida

13 September 2015 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam situs web Food and Agriculture Organization (FAO), jumlah penangkapan ikan tenggiri terbesar di dunia pernah tercatat di Indonesia, diikuti Filipina, Sri Langka, Yaman, dan Pakistan. Ikan tenggiri biasanya dipasarkan dalam keadaan segar atau beku. Sejumlah negara maju lebih menyukai ikan tenggiri yang dipasarkan dalam bentuk potongan tipis (fillet) atau tanpa tulang (boneless).

Penangkapan ikan tenggiri di Indonesia sebagian besar dilakukan secara sederhana dan tradisional (artisanal). Artinya, ikan tenggiri menjadi komoditas andalan para nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal sesungguhnya populasi ikan tenggiri di Indonesia berpeluang memperbaiki kesejahteraan para nelayan.

Di balik semua potensi yang dimiliki, ikan tenggiri tetap memiliki sejumlah kendala dalam meningkatkan populasinya. Metode penangkapan ikan laut yang dilakukan oleh nelayan banyak yang dapat membahayakan populasi tenggiri. Penangkapan besar-besaran (overexploitation) dengan cara yang berbahaya akan menimbulkan kerugian dalam jangka panjang.

Penangkapan ikan yang paling berbahaya adalah penangkapan dengan menggunakan sodium sianida, yaitu cairan untuk menangkap ikan yang dapat membunuh organisme sekitar karang. Oleh karena itu, populasi ikan tenggiri harus dijaga dan diawasi dari cara penangkapan yang merugikan lingkungan.

Realisasikan Bantuan Usaha Budidaya, KKP Tebar Perdana Benih Ikan

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Hasballah