logo


Mengenal Penggemukan Sapi Bersistem Intensif

Metode Kereman atau intensif merupakan salah satu metode yang baik untuk penggemukan sapi

12 September 2015 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kunci utama menggemukan sapi potong adalah bakalannya. Ciri sapi bakalan yang cocok untuk digemukkan adalah badannya silindris dan rusuknya cembung, bentuk muka panjang, bulu pendek dan tidak berminyak, punggung lurus, dan rangkanya besar. Selain itu sapi juga harus sehat dan tidak cacat. Sapi yang memiliki ciri seperti itu, meskipun pada awalnya kurus, gampang digemukkan.

Umur sapi bakalan sekitar 2.5 tahun. Kalau masih terlalu muda, makanan yang dikonsumsinya cenderung untuk pertumbuhan bukan untuk penumpukan daging, sehingga waktu memeliharanya menjadi lebih lama. Sedangkan sapi bakalan yang berumur lebih kecil dari 3 tahun, pertambahan bobotnya sudah lambat.

Ada sebuah metode yang baik untuk penggemukan sapi yakni metode intensif atau bisa disebut juga kereman. Penggemukan dengan cara ini memiliki keuntungan yaitu, dapat meningkatkan nilai jual sapi juga, memberikan nilai tambah terhadap kotoran ternak atau pupuk kandang yang dihasilkan.

Usaha pemeliharaan sapi secara intensif telah banyak dilakukan oleh para petani di Indonesia terutama pada daerah­-daerah yang mempunyai ketersediaan hijauan dan limbah pertanian serta agroindustri yang cukup dan dekat dengan pasar ternak.

Sekalipun banyak jenis sapi potong yang diusahakan peternak di Indonesia, jenis-jenis sapi potong seperti sapi Bali, Madura, Brahman, Angus, Brangus (Brahma Angus), Hereford, Charolais, Ongole, dan PO (Peranakan Ongole), bakalan itu harus dipilih yang cocok dengan tempatnya. Menurut Hendrawan, penjual sapi dadakan yang dijumpai saat Idul Adha, khusus di daerah Gunung Kidul sapi yang digemukkan adalah sapi jantan.

"Di Gunung Kidul sapi potong yang akan digemukkan jenis PO (Peranakan Ongole), dan umumnya berkelamin jantan. Sapi betina biasanya dipelihara untuk induk atau penghasil susu," ujarnya.

Berternak Ayam Kampung Super

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Hasballah