logo


Soal Energi Kelistrikan, Dirut PLN: Indonesia Ketinggalan Jauh

'Kalau kita bandingkan dengan negara-negara Asia, masih sangat jauh dan harus cepat bergerak'

11 September 2015 15:26 WIB

Dirut PLN Sofyan Basyir. (Ist)
Dirut PLN Sofyan Basyir. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Saat ini, kapasitas total dari listrik yang terpasang di Indonesia mencapai 47.000 Megawatt (MW), kapasitas tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 247 juta jiwa, serta digunakan juga untuk memasok kebutuhan listrik di sektor industri.

Namun, menurut Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Tbk Sofyan Basyir, kapasitas tersebut dirasa masih belum mencukupi. Oleh karena itu, Pemerintah berupaya untuk menambah kapasitas listrik sebesar 35.000 MW yang rencananya selesai pada 2019 mendatang.

"Kalau kita bandingkan dengan negara-negara Asia, masih sangat jauh dan tentunya kita harus bergerak lebih cepat karena memang kita ketinggalan agak lama," ungkap Sofyan kepada wartawan, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Menteri ESDM Turunkan Tarif Listrik 7 Golongan Pelanggan Nonsubsidi

Sofyan mengatakan, kapasitas 35.000 MW merupakan proyek gabungan dari Fast Track Program (FTP) II sebesar 10.000 MW ditambah kapasitas baru sebesar 25.000 MW. Memang, FTP I 10.000 MW tahun 2006 dari Pemerintahan sebelumnya yang ditargetkan rampung pada 2013 lalu, saat ini masih dalam proses pengerjaan. Rencananya, FTP I 10.000 MW bakal rampung pada awal triwulan kedua 2016 nanti.

"FTP I 10.000 MW, dan FTP II 10.000 MW, memang tertinggal. 2000 MW pertama saat ini berjalan, mudah-mudahan kami bisa selesaikan dalam tahun ini, mencapai hampir 6000 MW, sehingga pada awal triwulan kedua 2016 10.000 MW pada FTP I bisa selesai. FTP II, sebenarnya belum jalan, baru jalan lebih kurang sekitar 50 MW dari 10.000 MW. Sehingga kami bawa kepada program 35.000 MW. Sebetulnya 25.000 MW dan yang tertinggal 10.000 MW," jelas Sofyan.

Sofyan menambahkan, Indonesia yang saat ini memiliki rasio elektrifikasi sekitar 87%, diharapkan dapat bertambah menjadi 97,7% pada 2019 nanti.

"Rasio elektrifikasi kita yang hari ini, tahun 2015, sekitar 87,7%. Target kami pada 2019 yaitu sebesar 97,7%. Dan mudah-mudahan target ini bisa dikejar," tutupnya.

Eddy Soeparno: Persoalan Listrik di Cianjur Selatan Akan Diperjuangkan ke DPR

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin