logo


Waspada Penyakit Mastitis Ancam Ibu Menyusui

Mastitis adalah infeksi bernanah akut di payudara. Biasanya diderita oleh ibu yang baru melahirkan

10 September 2015 14:00 WIB

Ilustrasi menyusui
Ilustrasi menyusui

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Proses melahirkan seorang anak adalah kebahagiaan yang amat luar biasa. Setelah melahirkan, bayi pun seharusnya diberikan ASI eksklusif. Namun pada kebanyakan ibu, ASI tidak keluar seperti yang diharapkan. Biasanya hal tersebut karena infeksi mastitis yang kerap dialami.

Menurut dr. Ardiansjah Dara, SpOG, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta Selatan, mastitis adalah infeksi bernanah akut di payudara. Mastitis ini biasanya diderita oleh ibu yang baru melahirkan dan menyusui.

"Radang ini terjadi karena si ibu tidak menyusui atau puting payudaranya lecet karena menyusui," ucap dr. Ardiansjah saat ditemui Jitunews di MRCCC Siloam Hospital, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Penyebabnya karena bakteri daripada jenis kuman lain, yang biasanya terjadi pada ibu menyusui. Tak hanya pada ibu yang menyusui, infeksi mastitis dapat dialami oleh wanita manapun yang sedang tidak menyusui. Bahkan bisa terjadi pada bayi baru lahir dengan jenis kelamin apapun.

"Tidak ada yang tahu secara pasti mengapa beberapa wanita mengalami mastitis sedang yang lainnya tidak. Bakteri dapat masuk ke payudara melalui retakan atau lecet pada puting. Namun, wanita yang putingnya tidak lecet juga dapat mengalami mastitis dan ada banyak juga wanita yang putingnya retak atau lecet malah tidak mengalaminya," tambah dr. Ardiansjah.

Selain daya tahan tubuh yang lemah, kebersihan puting yang tidak dijaga pada saat menyusui dapat menyebabkan timbulnya infeksi mastitis. Infeksi mastitis juga timbul karena adanya infeksi bakteri Staphylococcus auereus yang masuk melalui celah atau rekatakan puting payudara.

Disamping itu, saluran ASI yang tersumbat tidak segera diatasi sehingga menjadi mastitis.

Gejala mastitis itu sendiri perlu diketahui, agar mastitis yang diderita tidak bertambah parah. "Salah satu gejalanya adalah payudara keliatan bengkak, terasa nyeri dan keras saat diraba serta kulit payudara tampak memerah serta timbul garis-garis merah ke arah ketiak," papar dr. Ardiansjah.

Selain itu, gejala lain adalah tubuh terasa demam seperti terserang flu, ketika disentuh payudara terasa lembut atau hangat. Ketika menyusui, terasa nyeri dan seperti rasa terbakar. Umumnya mastitis laktasi mempengaruhi satu payudara saja.

Sejumlah Manfaat Menyusui, Menurut Studi Bisa Juga Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Halaman: 
Penulis : Suciati, Tommy Ismaya