logo


Soal Program 35.000 MW, Anggota DPR Ini Setuju Dengan Rizal Ramli

Pasalnya, menurut Anggota Komisi VII Agus Sulistiyanto, program kelistrikan sebelumnya saja belum selesai.

9 September 2015 16:10 WIB

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Program pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt (MW) memang masih menjadi polemik di kalangan Pemerintah. Sebab, ada perbedaan pandangan terkait megaproyek tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Agus Sulistiyanto mengungkapkan, bahwa pelaksanaan program tersebut tidak perlu diperdebatkan. Pasalnya, program percepatan atau Fast Track Program (FTP) kapasitas 10.000 MW yang dicanangkan Pemerintah pada 2006 saja masih belum selesai.

"Belajar dari pengalaman yang sudah di program FTP 10.000 MW oleh Pemerintah sejak tahun 2006 yang seharusnya selesai tahun 2013 ternyata juga belum selesai, bahkan molor sampai tahun 2016," ungkap Agus saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu (9/9).


Hadapi Wabah Corona, PLN Siaga Jaga Pasokan Listrik Masyarakat

Menurutnya, Pemerintah harus realistis menyikapi permasalahan listrik yang ada di Indonesia. Ia melanjutkan, pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW hanya merupakan daftaf keinginan saja.

"Maka target 2019 bisa mencapai 35.000 MW menurut saya hanya merupakan daftar keinginan belaka, yang cukup realistis ya kisaran 16.000 MW," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yakin bahwa program tersebut bakal tercapai dalam jangka waktu 5 tahun. Akan tetapi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya (Kemenko Maritim dan SD) tidak setuju dengan rencana tersebut.

Sebab, jika program pembangkit listrik 35.000 MW ditambah dengan 7.000 MW yang tengah berlangsung, maka akan ada ketersediaan kapasitas pembangkit sebesar 95.586 MW sampai 2019. Pada 2015, beban puncak pembangkit listrik mencapai 50.856 MW, dan pada 2019 nanti, beban puncak pembangkit listrik sebesar 74.525 MW.

"Artinya, kalau betul-betul bisa dilaksanakan 35.000 MW, PLN justru akan menghadapi permasalahan finansial. Karena ada kelebihan kapasitas 21.000-an MW yang nganggur," ungkap Menko Maritim dan SD Rizal Ramli, Jakarta beberapa hari lalu.

PLN Sudah Beri Diskon dan Gratiskan Listrik ke 8,5 Juta Pelanggan

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex