logo


Kantongi Omzet Ratusan Juta dari Budidaya Nila, Tertarik?

Ikan nila tergolong ikan konsumsi yang permintaannya tak pernah surut

8 September 2015 10:39 WIB

Budidaya Nila. (Ist)
Budidaya Nila. (Ist)

BOGOR, JITUNEWS.COM - Nila, bagi para penggemar ikan air tawar, ikan ini pasti sudah tak asing lagi di telinga. Daging yang kenyal dan gurih, serta berprotein tinggi, itulah kelebihan ikan ini. Tak hanya jadi favorit konsumen, nila juga merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek.

Salah satu pemBudidaya ikan yang mampu melihat cerahnya usaha ikan nila adalah Ujang. Sejak tahun 1997 Ujang telah menekuni usaha dibidang perikanan di bilangan Parung, Bogor, karena melihat masih terbukanya peluang bisnis di bidang perikanan. Jenis ikan yang dibesarkan Ujang adalah nila hitam jenis gift, nila gesit, dan ikan kakap.

Ikan nila tergolong ikan konsumsi yang permintaannya tak pernah surut. Ujang pun secara gamblang menyebutkan bahwa dalam sehari, ia bisa memasok nila hingga 1 ton kepada pelanggannya, bahkan ia sampai kewalahan untuk memenuhi permintaan tersebut. Jika ia kekurangan nila, maka ia akan mengambil dari teman sesama pembesar nila. Di Bogor sendiri masih jarang pelaku pembesaran nila. Daerah yang banyak pembesaran nila adalah Purwakarta, Jati Luhur, dan Subang.

“Prospek pembesaran nila sangat bagus, apalagi masih jarang pelaku pembesarannya. Permintaan nila untuk daerah Bogor saja masih sangat kurang, belum daerah lainnya. Permintaan nila  juga lebih banyak dibandingkan dengan ikan yang lain,” ungkap Ujang kepada JITUNEWS.

Di awal usaha, Ujang hanya mempunyai 9 buah kolam. Kolam tersebut ia bangun di atas tanah warisan orang tuanya seluas 9 Ha yang terletak di Desa Jabon, Kec. Parung, Bogor. Kini, ia mempunyai sebanyak 42 kolam dengan ukuran yang bervariasi. Modal awal yang harus dikeluarkan Ujang untuk usaha pembesaran ikan nila diakuianya sebesar Rp 21 juta.

Di awal usaha Ujang membeli indukan untuk dibibitkan sendiri dari petani nila di daerah Sukabumi. Sementara pakan untuk pembesaran nila berupa pelet dan postal, dalam sebulan Ujang bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 26 juta.
 
Karena nila mudah dibesarkan, Ujang tidak menemui kesulitan yang berarti. Menyoal omzetnya, dikatakan Ujang, untuk Budidaya ikan nila sendiri menyumbang 48% dari omzet atau Rp 450 juta dari total pendapatan Ujang per bulan. Wow, nilai yang fantastis ya! Anda tertarik memBudidayakan nila seperti Ujang ini?

KKP Kembangkan Teknologi Budidaya Baru, Sistem Bioflok untuk Ikan Nila

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×