logo


Aspek Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Menanam Tanaman Hias

Agar tanaman tumbuh subur, ada tiga syarat umum yang wajib diketahui oleh para penghobiis tanaman hias

7 September 2015 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Buat para pemula yang saat ini sedang gencar-gencarnya hobi menanam tanaman hias, sepertinya harus terlebih dahulu mengetahui bahwa tanaman hias terbagi menjadi dua jenis, yaitu tanaman hias dalam dan tanaman hias landscape. Kedua jenis ini masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Jenis tanaman hias dalam atau dikenal dengan istilah pot plant, lebih indah ketika ditanam sendirian, lain halnya dengan tanaman landscape yang akan tampak memukau jika ditanam secara bergerombol.

Menurut Manager Godong Ijo Nursery, Ir. Slamet Budiarto saat dijumpai beberapa waktu lalu dikawasan Sawangan, Depok – Jawa Barat, mengatakan bahwa pot plant adalah tanaman hias berbunga dan berdaun indah, seperti Anthurium, Aglonema, Adenium dan lain-lain, sedangkan tanaman landscape bisa seperti semak, tanaman peneduh atau border plant yang biasanya bisa difungsikan sebagai penghias pagar.

“Supaya tanaman tumbuh subur dan sehat, ada tiga syarat umum yang wajib diketahui oleh para penghobiis tanaman hias, yakni intensitas penyiraman disesuaikan dengan karakter tumbuhan, pemberian pupuk sebagai nutrisi, dan asupan sinar matahari yang disesuaikan," ujarnya.


Indah dan Segar jika Tanam Bunga Ini!!

Tak kalah penting dari tiga syarat di atas, media tanam pun memiliki andil sebagai syarat tumbuh tanaman. Untuk pot plant, biasanya menggunakan sekam yang dicampur dengan kompos. Untuk ukuran pot plant, bisa menggunakan yang setengah meter atau satu meter. Slamet pun melanjutkan bahwa pot plant dibagi menjadi dua, yakni tanaman hias naungan dan tahan panas.

“Tanaman hias naungan seperti philodendron, aglonema tidak menyukai paparan sinar matahari secara langsung, baiknya tanaman hias naungan ditempatkan di teras halaman rumah,” jelasnya.

Ia pun menuturkan bahwa tanaman hias landscape pun memiliki syarat tumbuh yang sama. Namun, bukan soal penyiraman yang menjadi hal utama. Hal ini dikarenakan ukuran media tanamnya yang besar atau luas, tak menjadi soal ketika tanaman tidak disiram selama 2 hari. Namun Slamet tetap menyarankan untuk mengganti media tanamnya setiap enam bulan atau setahun sekali.

“Tidak perlu repot-repot untuk perbandingan campuran komposisinya, jika kesulitan ada cara mudah yang bisa dilakukan, yaitu cukup menggenggam campuran media tanam dan kepalkan ditangan, lalu liat hasilnya ketika kepalan tangan dibuka, jika media tanamnya jatuh menggumpal, berarti belum sesuai campurannya. Namun jika dibuka hasilnya gumpalan jatuh berbentuk remah, menandakan komposisi campurannya sudah benar," tutup Slamet mengakhiri perbincangan.

Klik! Tanaman Hias Penyerap Racun di Dalam Rumah

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah