logo


Mau Icip-Icip Camilan Sehat yang Tak Biasa? Coba Sasumuzi Saja!

Produk ini bisa jadi alternatif pangan anak fungsional, khususnya untuk memenuhi gizi anak saat bencana

6 September 2015 08:55 WIB

Bahan baku Sasumuzi ini terbuat dari sukun yang jumlahnya melimpah. (Foto : blst.co.id)
Bahan baku Sasumuzi ini terbuat dari sukun yang jumlahnya melimpah. (Foto : blst.co.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Camilan, hmm..penganan satu itu pasti tak akan luput dari anak-anak saja, orang dewasa pun pasti akan selalu memburunya. Nah, tahukah Anda, bahwa tak sedikit camilan yang Anda dan anak-anak konsumsi tiap hari ternyata tak sehat? Karenanya ada baiknya Anda pun waspada dan jeli saat akan membeli camilan di pasaran.

Melihat hal tersebut, seorang inovator sekaligus dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Ahmad Sulaeman punya ide membuat camilan penuh gizi dengan memanfaatkan bahan baku 100% lokal. Pada 2014 ia melakukan penelitian kandungan gizi buah sukun dan membuatnya menjadi produk Sasumuzi atau Sagon Sukun Penuh Gizi.

"Namanya ke Jepang-jepangan biar sedikit gaya. Padahal itu singkatan. Sagon sukun penuh gizi. Alternatif pangan anak fungsional khususnya untuk memenuhi gizi anak saat bencana," kata Ahmad, seperti dilansir detik.com beberapa waktu lalu.

Sagon sendiri merupakan salah satu jenis jajanan pasar berbentuk kue yang terbuat dari tepung sagu. Biasa ditemui dalam bentuk kue berwarna putih. Ahmad memodofikasinya menjadi bentuk bubuk siap makan berbahan sukun. Sagon sukun pun kemudian Ia kembangkan dengan diberi varian rasa cokelat serta vanila.

Hasil penelitian dari kampus inovasi IPB ini, rupanya sudah banyak pihak mengajak kerjasama. Ahmad beberapa kali melakukan tes kesukaan ke para pelajar sekolah dasar dan rupanya mereka suka. Sasumuzi juga mudah cara buatnya.

"Anak-anak senang sekali mengkonsumsinya. Teknologinya sederhana. Bahan baku lokal terbuat dari sukun yang jumlahnya melimpah. Data BPS ada 113.000 ton per tahun produksi sukun. Itu yang tercatat, masih ada banyak yang tidak tercatat,” ujar Ahmad.

Produk ini dipasarkan dengan harga setara dengan jajanan anak umumnya. Harganya cukup Rp 1.500 untuk ukuran 20 gram. Ada varian rasa cokelat, original, dan vanila, serta berdaya tahan di atas 3 bulan.

Kini, Sazumusi masih dalam proses paten. Meski demikian, produk inovasi ini sudah banyak peminat yang mengajak bekerja sama. Sejauh ini, produk ini pun masih terus dikembangkan. Penjualan produk hasil inovasi ini dikelola oleh entitas bisnis buatan IPB yaitu PT Bogor Life Science Technology (BLST).

"Sudah banyak yang ajak kerja sama. Seperti Kementerian Kesehatan juga sudah menemui dan tertarik. Sasumuzi bisa dipakai untuk program pemerintah memberi pangan untuk daerah rawan pangan, program perbaikan gizi nasional atau program 1.000 hari pertama kehidupan," kata Ahmad.


Beli Beras Sachet Rp 2.500, Bisa Kenyang Satu Hari!

Halaman: 
Penulis : Riana