logo


Keren! IPB 'Lahirkan' Solusi Jitu Pengganti Pestisida, Apa Itu?

Program pembiakkan Lecanicilium sp. dilakukan melalui advokasi mahasiswa peserta IPB Goes to Field

6 September 2015 08:20 WIB

Pembiakkan Lecaniciluim ini dilakukan secara sederhana menggunakan beras sebagai medianya, sehingga mudah untuk ditiru oleh petani. (Foto : korpusipb)
Pembiakkan Lecaniciluim ini dilakukan secara sederhana menggunakan beras sebagai medianya, sehingga mudah untuk ditiru oleh petani. (Foto : korpusipb)

BOGOR, JITUNEWS.COM – Pestisida, para pekebun atau pemBudidaya tanaman pasti mengenal sosok obat-obatan pembasmi hama ini.    

Pemberian tambahan pestisida pada suatu lahan merupakan aplikasi dari suatu teknologi yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas, membuat pertanian lebih efisien, dan ekonomis. Namun pestisida dengan intensitas pemakaian yang tinggi dan dilakukan secara terus-menerus pada setiap musim tanam akan menyebabkan beberapa kerugian, antara lain residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian dan perairan, pencemaran pada lingkungan pertanian, penurunan produktivitas, keracunan pada hewan, keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Manusia akan mengalami keracunan, baik akut maupun kronis yang berdampak pada kematian.

Menyikapi dampak buruk dari pestisida tersebut, Institut Pertanian Bogor (IPB) pun memberikan solusi untuk mengalihkan penggunaan pestisida, yakni dengan membiakkan Lecaniciluim PTN IPB 27 dan Lecaniciluim PTN IPB 10. Pembiakkan ini dilakukan secara sederhana menggunakan beras sebagai medianya, sehingga mudah untuk ditiru oleh petani. Agen hayati yang berasal dari jenis cendawan ini memiliki cakupan pengendalian hama yang luas, sehingga mampu menyerang berbagai jenis hama.

"Lecaniciluim lebih baik dari pada Perticilium yang biasa kami gunakan dan pembuatannya pun sederhana, sehingga kami dengan mudah membiakkannya," jelas Murjito, Ketua Gapoktan Dusun Betet, Nganjuk, Jawa Timur, seperti dikutip dari laman korpusipb.

Program pembiakkan Lecanicilium sp. dilakukan melalui advokasi mahasiswa peserta IPB Goes to Field (IGTF) kepada para petani yang tersebar di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 17 mahasiswa melakukan pembiakkan selama lima hari di rumah kepala Dusun Betet, Achmad Syaikhu. Hasil pembiakan Lecanicilium sp. disosialisasikan kepada para petani di Kabupaten Nganjuk.

"Inovasi dari IPB ini sangat bermanfaat untuk para petani di sini," ungkap Achmad Syaikhu yang juga ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Buana Lestari.

Pembiakkan ini akan terus dikembangkan oleh petani di Nganjuk, Jawa Timur. Hal ini akan menjadi jalan untuk segera beralih dari penggunaan pestisida ke Lecaniciluim yang ramah lingkungan.


Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Halaman: 
Penulis : Riana