logo


Kurangi Impor BBM, Pemerintah Akan Optimalkan Sawit Sebagai Energi Terbarukan

Sawit menjadi satu paket yang elok untuk diandalkan menjadi paket ekonomi dan energi yang menarik

5 September 2015 12:55 WIB

Sawit merupakan komoditas penting yang perlu diperhatikan. (Foto : tambang.co)
Sawit merupakan komoditas penting yang perlu diperhatikan. (Foto : tambang.co)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menilai bahwa sektor sawit akan sangat membantu dalam mengembangkan energi terbarukan. Menurutnya, sawit merupakan sektor yang menarik untuk membangun ketahanan energi.

"Lagi-lagi sawit menjadi salah satu paket yang elok untuk diandalkan menjadi paket ekonomi dan energi yang menarik," ujar Rida Mulyana dalam diskusi Pengoptimalan Sawit untuk Energi Terbarukan dan Petani di Menara Kadin Kuningan, Jakarta, Jumat (4/9).

Hal itu disampaikan lantaran kondisi energi Indonesia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Rida mengatakan, sejak tahun 2001, cadangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia terus menurun, cadangan tak sampai 60%.

"Demand naik, lifting turun. Sejak 1997 produksi dan lifting terus menurun, dalam 5 tahun terakhir tak capai target," jelasnya.

Akibatnya, Indonesia menjadi importir bahan bakar minyak (BBM) kedua terbesar di dunia. Untuk itu, sawit merupakan komoditas penting yang perlu diperhatikan menurut Dirjen yang selalu ceplas-ceplos ini.

"Sawit adalah salah satu yang kita concern. Mengurangi impor," pungkasnya.

Tingkatkan Energi Terbarukan, Kementerian ESDM Gandeng The World Agroforestry Centre

Halaman: 
Penulis : Riana