logo


Dukung Trump, Setnov Dinilai Tak Lihai Bersilat Lidah

Setnov mencitrakan parlemen Indonesia mendukung Trump untuk menjadi presiden negara Adidaya itu

5 September 2015 11:25 WIB

Setya Novanto mengatakan kepada Donald Trump di depan awak media bahwa Indonesia menyukai Trump. (Foto : IST)
Setya Novanto mengatakan kepada Donald Trump di depan awak media bahwa Indonesia menyukai Trump. (Foto : IST)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwono menyatakan bahwa Setya Novanto dalam kapasitasnya selaku Ketua DPR tidak boleh mengatasnamakan rakyat untuk mendukung pencalonan Donald Trump. Seperti diketahui bersama, Setya Novanto mengatakan kepada Donald Trump di depan awak media bahwa Indonesia menyukai Trump.

"Itu menurut saya sangat luar biasa, atas dasar apa beliau bilang 'ya' rakyat Indonesia menyukainya (Donald Trump)? Ketika Donald Trump tanya kita bisa membuat America great again, seolah-olah Indonesia menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat," tuturnya di Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (5/9).

Menurut Hikmahanto, secara ethical, apa yang dilakukan Setya Novanto dan rombongan mencederai kepercayaan rakyat Indonesia. Pasalnya, mereka berangkat ke Amerika Serikat untuk mengadiri agenda Konferensi para Ketua Parlemen Dunia yang dibuka pada 1 September 2015 di markas PBB di New York.

Kunjungan yang dibiayai negara itu seharusnya digunakan dalam rangka menjalankan agenda kenegaraan, bukan justru menghadiri kampanye salah satu Bakal Calon Presiden Amerika, Donald Trump. Hal ini mencitrakan bahwa parlemen Indonesia mendukung Trump untuk menjadi presiden negara Adidaya itu.

"Saya sayangkan ketua dewan (Setya Novanto) tidak pandai bersilat lidah. (Ketika Trump tanya) Apa rakyat Indonesia menyukai saya dan dia langsung bilang iya. Atau paling tidak, dia harus mengatakan suka Donald Trump, suka Hilarry Clinton, dan suka yang lainnya agar tidak timbul dugaan dukungan," lanjutnya.

Menurutnya, Trump memanfaatkan Setya Novanto dan rombongan untuk mencitrakan dirinya tidak anti Islam. Sebab selama ini, Trump dianggap salah satu tokoh Amerika yang sangat membenci Islam. Salah satunya terlihat dari kritik pedasnya kepada pemerintah AS yang membangun masjid di kawasan bekas reruntuhan World Trade Center dan sejumlah penolakan terhadap kebijakan AS terhadap dunia Islam.

Donald Trump Sangat Kecewa, Pengawal Pribadinya Positif Covid-19

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Riana
 
×
×