logo


Inovasi Jitu Agar Susu Tak Cepat Basi, Pakai Kejut Listrik!

Metode ini jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan sistem pasteurisasi tradisional

5 September 2015 09:33 WIB

Hasil penelitian Hadi membuktikan, dengan metode susu listrik, kadar protein pada susu tetap mencapai 95%-98%. (Foto : Halomalang)
Hasil penelitian Hadi membuktikan, dengan metode susu listrik, kadar protein pada susu tetap mencapai 95%-98%. (Foto : Halomalang)

MALANG, JITUNEWS.COM – Mimpi jadi kenyataan, mungkin tak semua orang bisa mengalaminya. Namun, hal ini dialami Hadi Apriliawan, pria muda asal Malang, Jawa Timur ini berhasil meraih mimpinya yakni mewujudkan keinginan sang Ayah, membuat teknologi ‘untuk menyelamatkan susu sapi segar’.

Hadi yang mengambil kuliah gelar ganda atau double degree di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur itu sedari kuliah serius memikirkan teknologi apa yang bisa membuat susu tahan lama tanpa disimpan di lemari pendingin. Berkaca dari pengalaman orangtuanya yang memiliki 100 sapi perah di Malang, banyak produksi susu segar yang dibuang sia-sia karena basi.

"Tidak hanya bapak saya, tetangga-tetangga juga demikian. Akhirnya kami merugi karena tidak mungkin menjual susu basi," ujar Hadi seperti dikuti dari inilah.com.

Biasanya untuk menyelamatkan susu dari serangan bakteri patogen adalah dengan cara merebusnya dengan suhu tinggi. Akibatnya banyak protein rusak karena suhu tinggi. Hadi kemudian mulai meneliti cara mematikan bakteri patogen yang selama ini menjadi penyebab utama susu cepat basi.

Risetnya dimulai pada 2007. Pemuda asal Dusun Sragi Tengah, Banyuwangi, Jawa Timur, itu menggunakan teknologi teknik pasteurisasi modern dengan metode kejut listrik. Kejut listrik ternyata mampu membunuh bakteri jahat dan mempertahankan bakteri baik. Dia kemudian memopulerkan teknologi pasteurisasi modern itu dengan nama susu listrik.

"Saya mengambil teori lompatan proton dalam elektron. Bila kita amati di laboratorium, susu memiliki rongga-rongga atau ruang. Rongga-rongga ini kita isi dengan proton untuk membunuh bakteri patogen. Ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan menggunakan sistem pasteurisasi tradisional dengan cara memanaskan susu. Kalau susu dipanaskan dengan suhu tinggi, banyak kemungkinan proteinnya akan rusak atau berkurang," jelasnya.

Hasil penelitiannya membuktikan, dengan metode susu listrik, kadar protein pada susu tetap mencapai 95%-98%. Sedangkan susu dengan pengolahan alat pasteurisasi hanya mencapai 50%.

Beli Beras Sachet Rp 2.500, Bisa Kenyang Satu Hari!

Halaman: 
Penulis : Riana