logo


Ini yang Dilakukan Pembuat Tahu Terkait Menguatnya Dollar

Dengan diperkecilkannya ukuran tahu, banyak mendapat kritikan dari pembeli.

3 September 2015 14:18 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

The weakening exchange rate of the rupiah against the US dollar at the level of Rp 14,089 per US dollar seriously affects tofu producers. As a result, the tofu producers are forced to reduce the size of the tofu to avoid loss. Indra, a tofu producer in Tabing Banda Gadang, Nanggalo district, Padang, West Sumatra said that he had done it since the hike of the soy bean price that occurred last Idul Fitri.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang berada diangka Rp 14.089 ternyata berdampak serius terhadap pembuat tahu. Akibatnya pembuat tahu terpaksa memperkecil ukuran tahu untuk mensiasati supaya tidak merugi.

Indra, pembuat tahu di Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan, hal tersebut terjadi berawal dari harga kacang kedelai mulai mengalami kenaikan pasca lebaran lalu.

"Kenaikan kacang kedelai ini sudah terjadi sejak 5 hari yang lalu. Saat ini kacang kedelai Rp380 ribu per 50 kilogram, lima hari lalu hanya Rp350 ribu per 50 kilogramnya," jelasnya, Kamis (3/9).

Menurutnya, dengan diperkecilkannya ukuran tahu, banyak mendapat kritikan dari pembeli. "Sebenarnya pengurangan ukuran itu tidak hanya soal untuk rugi saja, tetapi juga menghitung untuk membayar gaji 25 karyawan saya," kata In.

Ia menjelaskan, saat ini produksi tahu nya sebanyak 1,5 ton yang sudah siap dijual ke pasar yang masih sebatas Kota Padang.

"Jika berharap kepada pemerintah, mungkin akan menjadi sekedar harapan saja, karena hingga kini belum ada terjadi perunahan yang berarti apapun terhadap melemahnya rupiah ini," tegasnya. (Mohammad Noli Hendra)

Pengamat: Kehadiran Satgas Pangan, Tidak Boleh Mengangu Usaha Pedagang

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid