logo


Unik, Jual Hewan Kurban Pakai Musik Campursari

Lagu itu berpengaruh sama bobotnya. Kalau ndak stres, badannya gemuk-gemuk

3 September 2015 12:26 WIB

Foto ilustrasi jual hewan kurban.(Ist.)
Foto ilustrasi jual hewan kurban.(Ist.)

“Idul Adha” is getting closer and many traders have started to set up huts for cattle to be sold. Various ways have been used by traders to attract the consumers’ attention; one of them is by playing Javanese traditional songs, Campursari. It’s unique,  isn’t it?

SURABAYA, JITUNEWS.COM- Idul Adha sudah semakin dekat dan banyak para pedagang mulai mendirikan hewan ternak untuk di perdagangkan. Beragam cara dilakukan para pedagang untuk menarik perhatian konsumen, salah satunya dengan memutar lagu campursari. Unik bukan?

Yap salah satu pedagang di kota Pakal, Surabaya yang bernama Suyatno menjual hewan sapi dengan memutar lagu-lagu campursari untuk menarik perhatian pembeli hewan kurban. Selain untuk menarik perhatian, ternyata lagu campursari mampu meningkatkan bobot dari sapi yang ia dijual.

Semilir angin ditemani sayup alunan musik campursari membuat suasana kandang sapi terasa menenangkan. Menurut Suyatno, musik campursari tergolong terapi antistres untuk sapi. Jika sapi tidak stres, proses penggemukan bisa berjalan optimal.

Model perawatan seperti itu dilakoninya sejak dua tahun lalu. Suyatno mengatakan, lagu bernuansa Jawa mampu membuat sapi-sapinya lebih tenang.

"Lagu itu berpengaruh sama bobotnya. Kalau ndak stres, badannya gemuk-gemuk," katanya sambil memilih playlist lagu sperti yang dikutip JPNN.

Bersama dua pekerjanya, Suyatno merawat sapi-sapi setiap hari. Mulai memberi makan, minum, hingga mandi. Peternak sekaligus pengusaha mebel itu memang menyiapkan sapinya agar menjadi daging unggul.

Apalagi, permintaan sapi menjelang Idul Adha semakin tinggi. "Ini saja sudah laku. Sebelum dibawa, sapi-sapi ini tetap harus dirawat," tutur pria yang menggeluti dunia pertanian selama 18 tahun tersebut.

Ia sendiri menjual 13 ekor sapi yang terdiri atas tiga jenis. Yakni, sapi limousin, simmental, dan hereford.

KSI: Pemerintah Belum Fokus untuk Meningkatkan Populasi Sapi Lokal

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Tommy Ismaya