logo


PT EBconnection Indonesia Hadirkan Aplikasi Bercocok Tanam yang Kompleks

Petani harus dibantu percaya diri untuk mengelola lahan pertanian

2 September 2015 17:16 WIB

Ilustrasi petani. (dok. Jitunews)
Ilustrasi petani. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Krisis ekonomi yang melanda Indonesia saat ini, membuat banyak petani alih profesi, sehingga beberapa lahan produktif tak lagi bisa dikelola dengan baik. Kondisi tersebut tentunya menjadi ujian bagi terwujudnya ketahanan pangan nasional. Kondisi tersebut bertambah ironis lantaran banyak tenaga muda lulusan agrikultura yang bingung mempraktekan teori bercocok tanam, yang diperolehnya selama mengenyam pendidikan. 

Melihat kondisi yang tergolong ironis itu, PT. EBconnection Indonesia melakukan riset yang cukup panjang, dengan melibatkan berbagai praktisi lapangan dan telah melalui serangkaian pengujian algoritma, atas aplikasi yang dibangunnya. Aplikasi tersebut bertujuan untuk menghubungkan seluruh komponen yang terkait, untuk bersama-sama bisa menuju ketahanan pangan.

Ikhwani selaku Chief Technology Officer yang menjadi leader dari pembangunan aplikasi tersebut menjelaskan, aplikasi ini memiliki algoritma yang lengkap. "Kita akan bisa mengetahui siapa nama petani, dari kelompok mana dia, daerah mana, dan kabupaten mana yang akan menghasilkan beras sebanyak berapa ton dan kapan," kata Ikhwani dalam rilisnya, Rabu (2/9).


Saatnya Bantu Petani dan Berinvestasi Melalui Crowde

Menariknya lagi, aplikasi tersebut juga bisa menghitung berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk mengelola lahan pertanian, kebutuhan biaya tanam, berapa pupuk yang diperlukan, dan yang paling unik aplikasi ini, sudah memiliki database mengenai perbedaan besarnya biaya antara pemanen wanita dan pria.

Selain itu, karena aplikasi ini memanfaatkan teknologi Geospatial, para eksekutif bisa mendapat informasi melalui visualisasi geospasial (bird view), sehingga dapat dengan cepat mengambil keputusan nantinya. Kemudian, karena berbasiskan mobile application dan web application, menjadikan aplikasi ini memiliki basis fitur yang cukup lengkap, di dalam menyajikan persiapan dan kesiapan pangan nasional dari sisi pertanian.

Sementara itu, diungkapkan Putranto Yuwono selaku Direktur PT EBconnection Indonesia, dengan aplikasi ini, bisa membantu para petani agar mereka percaya diri akan kemampuan mereka menggarap lahan yang dimilikinya. "Mereka (petani) harus dibantu untuk berkonsentrasi mengelola lahannya. Dan kita juga ketahui bahwa SDM muda kita memiliki kompetensi ilmu, serta semangat yang tinggi dalam bidang agrikultura," imbuh Putranto.

 

Crowde Kini Jadi Solusi Petani dalam Urusan Pembiayaan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro