logo


Ini Lho Penuntas Alami Aeromas Hydrophylla Pada Lele!

Daun sirih mengandung betelphenol dan chavicol yang mempunyai fungsi sebagai antiseptik

1 September 2015 12:02 WIB

Ikan lele
Ikan lele

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pada Budidaya ikan lele, bakteri Aeromonas hydrophylla merupakan jenis bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit. Ikan yang terinfeksi dengan Aeromonas hydrophylla menunjukkan gejala klinis yang berbeda, seperti kematian mendadak pada ikan yang sehat, kelainan renang, insang pucat, dan luka pada kulit (tepatnya di setiap sisik ikan dan sering dikelilingi oleh pinggiran merah terang dari jaringan).

Pencegahan dan pengobatan penyakit ikan selama ini menggunakan bahan kimia dan antibiotik. Penggunaan kedua bahan tersebut secara terus menerus dapat menimbulkan efek samping baik terhadap lingkungan maupun manusia sebagai konsumen. Pemberian antibiotik secara berlebihan dapat menyebabkan resistennya mikroorganisme patogen, dan bahkan dapat menimbulkan galur baru, sedangkan bahan kimia dapat merusak lingkungan yang sulit didegradasi.

Penggunaan bahan alami untuk mengatasi permasalahan di atas merupakan suatu terobosan positif pada saat ini, karena bahan alami selain berfungsi sebagai antimikroba juga ramah pada lingkungan, sehingga terhindar dari pencemaran.

Menurut Ir Arief Prajitno MS, ahli penyakit ikan di Malang, beberapa tanaman obat yang dipakai pada manusia bisa diterapkan pula pada ikan. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi bakteri Aeromonas hydrophylla yang menyerang ikan lele adalah dengan perasan daun sirih.

Dalam daun sirih ini terdapat fenol, yakni betelphenol dan chavicol yang mempunyai fungsi sebagai antiseptik, dan dengan adanya kandungan zat aktif berupa antiseptik dalam daun sirih dapat dimanfaatkan untuk menghambat serta membunuh mikroorganisme layaknya bakteri.

Penggunaan tanaman obat seperti daun sirih ini memberikan banyak keuntungan. Bahan bakunya murah dan mudah didapat, dan aplikasinya pun mudah.

“Bila tidak ada ekstraknya, tanaman cukup ditumbuk lalu ditaburkan begitu saja,” ujar Arief.

Jika tersedia ekstrak, dosis pemberian dianjurkan 5-10 cc per liter. Meski demikian, pemberian dosis tinggi tidak akan memberikan efek merugikan karena yang digunakan bahan alam.

 


Isi Masa Transisi Peralihan Cantrang, KKP Lakukan Hal Ini

 

KKP Klaim Realisasi Kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2017 Berjalan Positif

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana