logo


Trik Jitu Pelihara Burung Paruh Bengkok, Harus Aktif Berinteraksi!

Selain cerdas, burung ini mampu menirukan perkataan manusia dengan jelas

31 Agustus 2015 10:36 WIB

Burung paruh bengkok, atau Patogonian Conure.(Dok.wikipedia)
Burung paruh bengkok, atau Patogonian Conure.(Dok.wikipedia)

The development of parrots in Indonesia is not as fast as that of other singing birds or roosters. But even so, many kinds of parrots are much-loved by people because they have various characteristics such as being easily tamed and familiar with humans, able to imitate sounds, having beautiful feathers, humorous, as well as easy to breed.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perkembangan burung paruh bengkok di Indonesia memang tidak sepesat burung pendendang ataupun ayam hias. Namun meski begitu, anggota burung paruh bengkok banyak digemari orang karena mempunyai berbagai keistimewaan, seperti mudah dijinakkan dan akrab dengan manusia, mampu menirukan suara, mempunyai bulu yang indah, mengundang kelucuan, serta relatif mudah untuk berbiak.

Salah satu hobiss yang memelihara burung paruh bengkok itu adalah Pramono Harjanto. Pram, begitu sapaannya, terpikat keistimewaan burung paruh bengkok jenis patogonian conure lantaran burung tersebut cerdas dan mudah dilatih.

"Burung patogonian conure adalah salah satu koleksi favorit dan terbaru saya," ujar Pram seperti dikutip dari majalah Trubus.

Pegawai salah satu BUMN itu membeli Pago, sapaan burung kesayangannya, dengan harga Rp 10 juta pada Desember 2014 silam.

Menurut sejarahnya, burung patogonian conure adalah merupakan burung paruh bengkok yang berasal dari lembah Patagonia, bagian selatan Argentina. Habitatnya sendiri adalah Argentina, Uruguay, dan Chile. Di habitat asalnya, burung yang mempunyai sebutan burrowing parrot ini sering membuat sarang dengan menggali tanah sisi tebing hingga kedalaman 2,5 meter. Dengan panjang badan 45 cm dan bobot 450 gram, patagonian conure pun lebih mirip macaw daripada conure.

Burung jenis ini banyak menjadi klangenan dan banyak ditangkarkan di Chile, Argentina, Inggris dan Belgia. Selain cerdas, burung ini mampu menirukan perkataan manusia dengan jelas sehingga popularitasnya semakin menanjak.

Perawatan. Dalam hal perawatan Pago, Pram selalu menjaga kebersihan bulunya dengan menyemprotkan air sebanyak 2 kali sehari. Menurut Pram, burung semacam Pago ini tergolong jenis burung yang pandai menyembunyikan masalah kesehatan. Karenanya Pram menganjurkan, pemilik burung seperti dirinya harus jeli dan teliti agar penyakit atau gangguan kesehatan yang dialami burung bisa cepat terdeteksi. Untuk pakannya sendiri, Pram kerap memberikan pakan biji-bijian dan sari buah berbentuk pelet.

Yang perlu diperhatikan ketika memelihara burung paruh bengkok semacam patagonia, Pram menganjurkan agar pemilik untuk rajin-rajin berinteraksi.

"Paruh bengkok bukan burung pajangan, pemilik harus aktif berinteraksi. Pasalnya, ia merupakan burung sosial yang hidup dalam kawanan. Bila diajak berinteraksi, mereka akan menganggap pemilik sebagai kawan sehingga mereka akan cepat mengerti dan menirukan apa yang diajarkan," tutur Pram.

Miris, Empat Ekor Gajah di Sri Lanka Mati Tersambar Petir

Halaman: 
Penulis : Riana