logo


Cara Benar Menanam dan Merawat Tanaman Pacar Kuku

Di Indonesia, tanaman ini memiliki berbagai versi nama seperti pacar petok (Jawa), inai parasi (Sumatera)

28 Agustus 2015 00:00 WIB

Tanaman pacar kuku. (Ist)
Tanaman pacar kuku. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM –  Kuteks sebagai penghias kuku memang kerap digunakan oleh para perempuan untuk menunjang penampilannya. Beragam warna kuteks yang menarik yang hadir dipasaran, bisa menjadi pilihan. Namun tahukah Anda bahwa ada satu tanaman hias yang bisa juga dijadikan sebagai pewarna kuku alami lho. Yap, tanaman hias yang dimaksud adalah Pacar kuku.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Lawsonia inermis L. merupakan tanaman hias yang berasal dari Afrika Timur Laut dan Asia Barat Daya. Dan termasuk tumbuhan dalam suku Lythaceae. Di Indonesia, tanaman ini memiliki berbagai versi nama seperti pacar petok (Jawa),  inai parasi (Sumatera), gaca, ineng  (Aceh), daun laka (Ambon), kacar (Gayo), ine (Batak), inae batang (Minangkabau), bunga laka (Timor), kayu laka (Menado), pacar kuku (Jawa Tengah dan Sunda), pacar (Madura dan Dayak), tilangga tutu (Gorontalo), kolondigi (Buol), karuntigi (Ujungpandang), pacel (Bugis), bunga jari (Halmahera), laka bobudo (Ternate), dan laka kahori (Tidore).

Pacar kuku memiliki ciri tampilan batangnya tumbuh tegak, dengan cabang-cabangnya sering berujung runcing. Daunnya tumbuh saling berhadapan berbentuk jorong dengan diameter yang dimiliki 1,5-5,0 cm. Dalam upacara adat suku yang ada di Nusantara, daun pacar kuku biasanya dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat lukisan di bagian anggota tubuh calon mempelai wanita dalam seremonial pernikahan.

Bunganya tumbuh beraneka warna, seperti kuning muda, merah jambu, atau merah dan menebarkan aroma harum. Pacar kuku banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, karena bunganya yang cantik dapat tumbuh sepanjang tahun.

Untuk menanam pacar kuku, tidak memerlukan keahlian yang khusus. Anda bisa menyiapkan bibit yang bisa diperoleh di lapak penjual tanaman hias. Kemudian siapkan media tanamnya yang telah diisi campuran arang sekam, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan polybag atau pot memiliki system drainase yang bagus. Untuk perawatannya, lakukan penyiraman selama 1 minggu setelah masa tanam. Jika sudah timbul kecambah, berilah pupuk kandang dalam dosis satu sendok makan. Lakukan pemupukan rutin selama dua bulan saja. Selamat mencoba!

Agar Tumbuh Menarik, Ini Faktor Penting yang Harus Diperhatikan dalam Merawat Anthurium

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah