logo


Kerabat Korban Malaysia Airlines Mengamuk

25 Maret 2014 14:38 WIB


BEIJING, JITUNEWS.COM - Kerabat penumpang pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 yang dinyatakan jatuh di Samudera Hindia (baca :Malaysia Airlines Hilang Di Samudera Hindia ), mengamuk dan mengecam kinerja Pemerintah Malaysia dan operator nasional usai diumumkan Perdana Menteri Najib Razak, demikian dilansir laman straitnews.com (24/03).

Beberapa jam usai PM Najib Razak menyatakan pesawat itu jatuh, anggota kerabat korban membacakan pernyataan di depan Beijing Hotel, menanggapi Pemerintah Malaysia dan militer telah berusaha untuk menunda, menyembunyikan dan menutupi kebenaran.

"Itu upaya untuk menipu keluarga para penumpang dan upaya untuk menipu masyarakat dunia," demikian pernyataan yang diposting di microblog Cina oleh Komite Keluarga Malaysia Airlines MH370.

Komite Keluarga juga mengatakan bahwa, mereka akan menuju Kedutaan Besar Malaysia di Beijing hari ini (25/03), untuk memprotes, mencari kebenaran dan meminta kembalinya anggota kerabat mereka." Keluarga, dalam sebuah pernyataan, mengatakan mereka akan "mengambil semua cara yang mungkin " untuk mengejar klarifikasi dari maskapai, pemerintah Malaysia dan militer."

"Ini tindakan tercela tidak hanya tertipu dan hancur secara fisik dan mental keluarga dari 154 penumpang Cina kita, pada saat yang sama mereka juga telah menyesatkan dan menunda operasi penyelamatan, menyia-nyiakan banyak tenaga kerja, sumber daya material dan kehilangan waktu yang paling berharga bagi upaya penyelamatan, "kata anggota keluarga yang tidak dikenal wartawan.

"Jika 154 orang yang kita cintai telah kehilangan nyawa mereka yang berharga di pesawat karena ini, maka Malaysia Airlines, pemerintah Malaysia dan militer Malaysia adalah algojo nyata yang telah membunuh orang yang kita cintai."

Sementara itu, cuaca buruk dan ganasnya laut pada Selasa (25/03) tetap memaksa melanjutkan pencarian untuk setiap puing-puing dari pesawat Malaysia Airlines yang hilang selama 2 pekan lebih, di Samudera Hindia bagian barat Perth.

Malaysia Airlines sendiri telah berjanji untuk bekerja sama dengan Pemerintah Australia untuk turut serta dalam pencarian. Menteri Pertahanan Australia David Johnston menyatakan bahwa, Perdana Menteri Australia Tony Abbott berkeinginan membantu keluarga, yang sebagian besar berasal dari China.

"Saya tahu perdana menteri sangat, sangat prihatin," ujar Johston pada radio Fairfax. "Mereka telah memiliki sikap emosional yang naik turun selama dua minggu, hati saya keluar untuk mereka. Kami akan melakukan segala yang kami bisa, dan sekarang kita tahu ini adalah bencana yang sangat serius."

 

Malaysia Airlines Hilang Di Samudera Hindia

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya, Tommy Ismaya