logo


BMT, Alat Kejut Listrik Pembunuh Bakteri Ikan Tuna

Alat ini mampu membunuh 97% bakteri ikan sehingga bisa awet dalam jangka waktu lama.

27 Agustus 2015 13:48 WIB

alat kejut listrik, Blue Machine Technology karya mahasiwa Universitas Brawijaya Malang.(prasetya)
alat kejut listrik, Blue Machine Technology karya mahasiwa Universitas Brawijaya Malang.(prasetya)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Empat mahasiswa asal Universitas Brawijaya Malang menemukan alat pembunuh bakteri ikan tuna dengan sistem kejut listrik yang dinamakan Blue Machine Technology (BMT). Alat ini mampu membunuh 97% bakteri ikan sehingga bisa awet dalam jangka waktu lama.

BMT ini diciptakan oleh empat mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya bernama Dewi Wulandari, Nur Hamidatus Sa'adah, Berliana Restyanova dan Farouq Syahrondhi Mawalid.

"Berdasarkan penelitian, ikan tuna dapat bertahan lama setelah dialiri kejut listrik dengan tegangan 2.500 volt. Bahkan, alat ini dapat pula dipasang di kapal tangka," papar Dewi salah satu mahasiswi. 


Istimewanya Crowde, Platform Penghubung Petani dan Investor

Lebih lanjut Dewi mengklaim, sumber energi listriknya juga mudah karena cukup dengan tegangan 250 volt, yang dihasilkan mesin diesel kapal nelayan. Selanjutnya, tegangan ditingkatkan menjadi 2.500 volt dengan lama kejut listrik setiap ikan tuna berbeda-beda, tergantung besar kecilnya. Namun, rata-rata cukup 4,2 detik saja.

Nelayan yang menggunakan BMT juga bisa mengurangi es untuk pengawetan ikan. Jika sebelumnya dibutuhkan sekitar 90 balok es, bila memakai BMT tinggal 45 balok untuk sekali melaut. Sehingga, proses pengawetan ikan tuna lebih efisien dan ekonomis.

"Hasilnya ikan lebih segar, tak lembek dan berbau anyir. Mata ikan juga terlihat segar,"pungkas Dewi.

Beli Beras Sachet Rp 2.500, Bisa Kenyang Satu Hari!

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Tommy Ismaya