logo


Irigasi Bermasalah, Petani Biarkan Lahan Persawahan Mangkrak

Akibat dari belum adanya irigasi yang memadai, akhirnya puluhan ribu hektar sawah pun terbengkalai

27 Agustus 2015 12:44 WIB

Foto ilustrasi areal persawahan yang terkendala irigasi.(Dok.berita)
Foto ilustrasi areal persawahan yang terkendala irigasi.(Dok.berita)

SUMBAR, JITUNEWS.COM - Sejumlah petani padi di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat (Sumbar) tidak bisa berbuat banyak, akibat dari belum adanya irigasi yang memadai, akhirnya puluhan ribu hektar sawah pun terbengkalai. 

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan Pesisir Selatan Afrizon Nazar mengajak para petani Pesisir Selatan untuk tidak membiarkan lahan pertanian menjadi tidak produktif.

“Lahan yang ada itu, sebenarnya tidak harus hanya saja ditanami padi, tapi juga bisa diisi dengan tanaman selingan, seperti jagung dan tanaman lainnya yang mendatangkan hasil,” jelas Afrizon saat dihubungi Jitunews, pada Kamis (26/8).


Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Mampu Meningkatkan Indeks Pertanaman

Menurutnya, dalam upaya peningkatan sumber pendapatan ekonomi para petani di Pesisir Selatan, terutama untuk pengembangan pangan, maka lahan yang ada jangan dibiarkan terlantar.

"Jika terjadi krisis air akibat belum memiliki irigasi yang memadai, maka sawah yang terancam kekeringan bisa ditanam dengan tanaman jagung yang hasil produksinya cukup dapat diandalkan dan selalu dibutuhkan oleh konsumen," ungkap dia.

Afrizon juga mengatakan, Pesisir Selatan yang memiliki areal pertanian yang tersedia puluhan ribu hektar, telah lama dikenal sebagai daerah pemasok beras di Sumbar, bahkan sekitar 72% masyarakat Pesisir Selatan mengandalkan hasil pertanian padi sawah dan jagung.

“Kepada para petani diimbau agar lahan tidur bisa digarap kembali dengan tanaman jagung sebagai tanaman selingan selain padi," harap dia. 

Selain itu, Ia menilai kebutuhan pasar cukup tinggi, sedangkan hasil produksi jagung juga dapat dibanggakan karena hasilnya mencapai 5,5 ton per hektar dengan harga jual saat ini mencapai kisaran Rp 3.500 per kg.

Sementara itu, Ijon Madi, salah seorang petani padi di Desa Aur Duri Pesisir Selatan yang memiliki puluhan hektare sawah mengakui, Ia memiliki rencana akan mengelola lahan persawahan yang ada, untuk menanam jenis tanaman lainnya, namun Ia juga khawatir melihat kondisi cuaca yang terjadi, karena hujan telah mulai sering turun.

“Sebenarnya bisa saja ditanam dengan tanaman lainnya, seperti jagung atau semangka dan lainnya, nanti perkiraan itu bisa meleset, setelah dikelola untuk jenis tanaman lain, hari hujan, ujung-ujungnya jadi sia-sia saja,” keluh dia. 

Ijon menambahkan, ratusan hektar sawah yang ada di Desa Aur Duri benar-benar mengharapkan aliran air irigasi. “Ya hujan memang sudah mulai turun, tapi tidak dalam curah hujan yang lebat dan juga tidak berlangsung lama, jadi belum bisa menggenangi sawah,” tandas dia. 

| M. Noli Hendra | 

Ini Kriteria Lokasi Penerima Bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya