logo


Berpotensi, Grup Artha Graha Incar Sektor Baja

Pada tahap awal, PT Artha Metal akan membangun pabrik baja hilir jenis baja konstruksi di Pulau Jawa.

27 Agustus 2015 12:28 WIB

Ilustrasi foto industri baja.(linkis)
Ilustrasi foto industri baja.(linkis)

JAKARTA JITUNEWS.COM - Grup Artha Graha melalui anak usahanya, PT Artha Metal Sinergi Tbk, akan menyasar bisnis baja dengan menggandeng perusahaan baja asing guna mendirikan perusahaan konsorsium yang akan membangun pabrik baja di dalam negeri.

Grup perusahaan milik Tomy Winata itu mengincar kebutuhan baja dalam negeri yang meningkat setiap tahunnya, namun separuhnya diisi oleh produk-produk impor.

"Sedangkan Indonesia tengah gencar membangun infrastruktur, ini potensi besar, maka kami masuk industri baja ini," ungkap Chief Executive Officer PT Artha Metal Sinergi Felix Effendi kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta.


Selain Harga, Pemerintah Juga Prioritaskan Pengelolaan Lingkungan di Subsektor Batubara

Beberapa waktu lalu, pihak dari PT Artha Metal Sinergi telah menyambangi kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) guna meminta Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin, untuk ikut serta dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Artha Metal dengan mitra asing.

Hanya saja, pihak PT Artha Metal Sinergi Tbk belum mau membeberkan mitra asing siapa yang akan mereka ajak kerjasama. Felix pun membantah kabar yang beredar tentang mitra asing yang akan digandeng pihaknya adalah perusahaan asal Taiwan.

Selain itu, PT Artha Metal Sinergi Tbk juga masih merahasiakan berapa nilai investasi yang akan digelontorkan untuk membangun pabrik baja yang terintegrasi dari hulu hingga hilir tersebut. "Nilainya bisa lebih dari miliaran dollar," pungkas Felix.

Kendati demikian, Felix menambahkan, bahwa pada tahap awal pihaknya akan membangun pabrik baja hilir jenis baja konstruksi di Pulau Jawa pada akhir 2016 nanti. Sedangkan target penyelesaiannya sendiri akan rampung pada tahun 2018 mendatang.

Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin