logo


Serikat Pekerja Pertamina Tuntut Kedaulatan Energi

Serikat Pekerja Pertamina Tuntut Kedaulatan Energi

30 November -0001 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNWS.COM  - Federasi Serikat Pekerja Pertamina hari ini melakukan aksi damai untuk menyuarakan aspirasi  “Stop Unbundling Pertamina & Bangun Kedaulatan Energi Nasional'.

Sekitar 2.500 pekerja Pertamina yang didukung sekitar 500 mahasiswa menjalankan aksi turun ke jalan. Aksi mengambil rute Kantor Pusat Pertamina - Kementerian BUMN - Kementerian ESDM - Istana Negara - Kantor Pusat Pertamina.

Presiden FSPPB Ugan Gandar mengatakan aksi dimaksudkan untuk menggugah pengambil keputusan di negeri ini yang sangat tidak menunjukkan keberpihakan kepada BUMN khususnya Pertamina. Dia menyebutkan terdapat empat aspirasi dalam aksinya kali ini.

Pertama, agar pemerintah segera menyetop penguasaan minyak dan gas bumi oleh asing dan menjadikan Pertamina (State Owned Oil & Gas Company) sebagai key role migas di Indonesia berdasarkan LOI RI-IMF 20 Januari 2000. Kedua, katanya, pemerintah harus menghentikan rencana divestasi anak perusahaan Pertamina.

Ketiga, lanjut Ugan, hentikan proses KSO lapangan backbone Pertamina EP. Dan terakhir, hentikan wacana perpanjangan Kontrak Blok Mahakam ke asing dan segera putuskan penyerahan pengelolaannya ke Pertamina pasca kontrak 2017.

Ali Hermansyah, salah satu pekerja yang mengikuti aksi turun ke jalan ini mengungkapkan Pertamina selama ini telah disia-siakan oleh pemerintah dengan kebijakan-kebijakan yang merugikan. Padahal, dengan peran pentingnya selama ini, Pertamina rugi, bangsa pun akan ikut menanggung kerugian tersebut.

"Contohnya, di satu sisi Pertamina menghabiskan 80% energinya untuk memikirkan distribusi BBM ke seluruh pelosok Tanah Air yang tidak dilakukan oleh badan usaha lain karena mereka anggap bisnis rugi, di sisi lain untuk dapat Blok Mahakam yang bekas asing 50 tahun saja tidak dikasih-kasih dengan banyak alasan yang tidak masuk akal. Yang ada, anak perusahaan yang menguntungkan malah mau dipreteli, lapangan Pertamina yang bagus-bagus mau dikasih ke pihak lain. Kalau sampai pemerintah perpanjang kontrak Blok Mahakam, kami akan stop aktivitas pendistribusian BBM dan silakan pemerintah tugaskan Total untuk gantikan Pertamina!" tegasnya. 

Marzuki, Ketua Bidang PTKP (Perguruan Tinggi dan Kepemudaan)Himpunan Mahasiswa Indonesia Badko Jateng-DIY mengatakan pihaknya mendukung perjuangan pekerja Pertamina. " Ini saatnya sumber-sumber minyak kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Itu prinsip yang sudah harga mati jangan diperpanjang lagi. Ini momentum, mestinya negara sendiri yang mengelola."

Menanggapi aksi demo Federasi Serikat Pekerja Pertamina , di tempat terpisah, Sofyano Zakaria, pengamat kebijakan energi , mengatakan bahwa Pemerintah harusnya mendengar suara para pekerja Pertamina. Suara Pekerja Pertamina adalah murni pula sebagai suara rakyat. Mereka tidak punya agenda terselubung. Mereka tidak punya kepentingan pribadi dan tidak ada agenda politik dari pekerja Pertamina itu.(WH)

UU Minerba Menuai Protes Dalam dan Luar Negeri

Halaman: 
Penulis :
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex