logo


Rupiah Loyo Bikin Perajin Tahu Panik! Harga Kedelai Gila-Gilaan

Selama ini, kedelai masih diimpor dari Kanada dan Amerikla Serikat untuk penuhi kebutuhan dalam negeri

26 Agustus 2015 03:04 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Buntut dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga melewati Rp 14.000 per US dolar membuat perajin tahu panik. Pasalnya dengan nilai tukar itu, membuat harga kedelai semakin gila-gilaan.

Selama ini, kedelai masih diimpor dari Kanada dan Amerikla Serikat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengusaha tahu, Teguh (28) menuturkan, harga kedelai, kini, mencapai Rp 7.500 per kilogram dari sebelumnya, Rp 5.500 per kilogram (kg).

"Kenaikan harga kedelai disebabkan dollar dan itu udah dibilang sama penjual, katanya ‎siap-siap aja ada kenaikan aja," ungkapnya, di Jakarta Rabu (25/8).

Menurut ‎Teguh, kondisi sekarang berbeda dengan sebelumnya. Dengan kenaikan harga kedelai yang semakin menggila tersebut maka, dia harus pintar menyiasati keadaan yang dialami.

"Dulu itu, naiknya cuma setahun sekali tapi kalau sekarang bisa empat kali kenaikan dalam setahun," ungkap pria yang belanja kedelai sebanyak 300 kg per hari.

Menghadapi situasi demikian, dirinya mengaku tidak bisa menaikkan harga secara sepihak. Pasalnya, hal itu harus dibicarakan terlebih dahulu oleh sesama ‎pengusaha tahu.

Namun demikian niat menaikkan harga sudah mulai dipikirkan oleh para pengusaha.

"‎Sekarang, jualnya Rp 135.000 per saringan dari kemarin dan saat ini belum ada kenaikan, tapi rencana (naikkan harga) ada karena kecil kemungkinan (harga kedelai) turun, bisa lama normalnya," ujar pria yang mengaku dalam sehari, dia mampu memproduksi 35 saringan tersebut.

Saat disinggung mengenai harga dan kualitas kedelai dalam negeri, Teguh mengungkapkan hal itu tidak jauh berbeda. Bahkan dengan harga yang lebih mahal, kualitas kedelai dalam negeri tidak lebih baik.

"‎Justru, lokal lebih mahal tapi hasilnya jelek, enggak seperti impor. Lokal harganya Rp 9.500 per kilo. Kedelai lokal itu bagusnya dbikin tempe, udah gitu, lokal juga susah dapatnya, musti dari Sukabumi,‎" ungkapnya.

Dinilai Tak Wajar, Menteri Pertanian Diduga Bermain Polemik Impor

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid