logo


Ruhut Minta Pimpinan DPR Tunda Pelaksanaan 7 Mega Proyek

Pimpinan DPR harus bisa menahan diri dan tidak ngotot terkait proyek pembangunan gedung baru

25 Agustus 2015 00:00 WIB

Ruhut Sitompul. (Ist)
Ruhut Sitompul. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam permasalahan perekonomian negara yang kian lesu, lembaga tempat berkumpulnya wakil rakyat justru kembali mewacanakan pembangunan gedung. Politisi nyentrik asal Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, ikut angkat suara terkait hal tersebut.

Baginya pimpinan DPR harus bisa menahan diri dan tidak ngotot terkait proyek pembangunan gedung baru. Ruhut mengingatkan dewan untuk bersabar dan ikut pula prihatin atas situasi saat ini. 

"Kita harus bersabar melihat suasana prihatin sekarang. Untungnya gedung ini masih bisa dipakai, gedung kura-kura juga masih bisa dipakai," jelas Ruhut Sitompul di gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Meski menyiratkan penolakan terhadap proyek pembangunan gedung DPR, Ruhut pun juga mengamini bahwa kondisi kantor wakil rakyat sudah tak lagi memadai. Ruhut menyampaikan bahwa, saat ini terjadi penambahan jumlah tenaga ahli sebanyak lima orang dan staf sebanyak dua orang bagi setiap anggota dewan.

Tetapi Ruhut, seperti yang diakuinya, tak ingin tergesa-gesa terkait pembangunan gedung baru, apalagi harus dilakukan dalam waktu dekat.

"Kita utamakan kepentingan rakyat. Terlebih ini satu satunya lembaga yang bawa nama rakyat. Dewan Perwakilan Rakyat," ujarnya.

Terkait batalnya Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti pembangunan gedung DPR, Ruhut memaknai bahwa hal tersebut adalah bentuk penolakan secara halus oleh presiden.

"Kawan-kawan harus tahu filosofi Jawa, omongan Pak Jokowi itu menolak secara halus. Kita yang harus mengerti. Gimana bisa ada tanda tangan prasasti, biasanya sudah selesai dulu pembahasannya, 7 proyek lagi," ingat Ruhut untuk anggota dewan.

Demokrat Dorong Pemerintah Tegas Larang WNA India dan China Masuk Indonesia

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan