logo


Sisi lain IIMS 2015: Teknologi dan Kemitraan Cerdas Untuk Masa Depan Otomotif Indonesia

Jonan ikut berkomentar dalam IIMS 2015 terkait problematika transportasi tanah air.

22 Agustus 2015 00:00 WIB


JAKARTA JITUNEWS.COM - Setelah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengutarakan harapannya terkait industri otomotif nasional saat opening ceremony Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015, kini giliran Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan berkomentar tentang otomotif tanah air terkait transportasi publik. Jonan menjadi key speaker dalam forum talkshow bertajuk 'Smart Technology Solution for Smart Transport'.

Acara yang digagas Dyandra Promosindo pada Kamis (20/8) lalu itu berlangsung di sela-sela penyelenggaraan IIMS 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 
Bersama Jonan tampil juga pembicara dari PT Telkom, Terralogiq, Uber dan Grab Taxi, serta Bik-Bikesshare yang mengetengahkan teknologi masing-masing dalam peran serta menanggulangi problem transportasi berbasiskan teknologi.

Menteri Perhubungan mengakui memang perlu cara cerdas untuk mengatur transportasi nasional dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang terus bergulir. Karena itu ia menyambut kehadiran ojek sepeda motor dan taksi plat hitam berbasiskan aplikasi yang kini tengah ngetren.


“Itu proses bisnis, private to private reservation. Betul itu belum diatur dalam regulasi kita dan perlu diatur khususnya roda empat. Motor kan tidak mungkin dibikin plat kuning. Tapi, ini adalah contoh cerdas pemanfaatan teknologi untuk transportasi. Pemerintah sendiri akan menerapkan Automatic Traffic System (ATS). Itu sudah disiapkan dan saya kira ini adalah smart solution dari pemerintah untuk dikedepankan,” ucap Jonan sembari memaparkan beberapa poin plus dari sistem tersebut.


Terobosan-terobosan cerdas itu bisa datang dari mana saja, pihak pemerintah maupun swasta dengan sistem dan perangkat teknologi yang mereka miliki. Dinamika itu harus diwadahi karena lebih efisien dan simpel.


Wow, SPG Kelas Wahid Ramaikan IIMS 2017


“Contohnya begini, dulu Menteri Perhubungan memantau situasi mudik lebaran dari atas helikopter. Sekarang ada cara yang lebih cerdas dengan memanfaatkan teknologi drone. Fungsinya sama, pemantauan dari udara. Tapi, penggunaan drone itu jauh lebih murah. Aman pula dari kemungkinan helinya jatuh dan menterinya meninggal,” canda Jonan.

 

Surat Sri Mulyani Tegaskan Kondisi Keuangan PLN Parah!

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan