logo


Memetik Untung dari Budidaya Herba Mimba. Mau Coba?

Mimba bisa dibudidayakan dengan pola tanam generatif dengan biji sebagai bibitnya

21 Agustus 2015 08:23 WIB

Jika dirawat dengan baik, mimba bisa dipanen setiap dua bulan sekali. (Foto : IST/naturegift)
Jika dirawat dengan baik, mimba bisa dipanen setiap dua bulan sekali. (Foto : IST/naturegift)

Compared to other herbs, “mimba” may not be so popular but not many know that the plant is classified as a plant that contains many health benefits. It is classified as shrubs which were first discovered in Hindustani, India. However, now “mimba” has spread throughout the country since 15th century. Java is the main area where lots of “mimba” grow.

JAKARTA, JITUNEWS.COM
– Tanaman mimba, Anda mengenal sosok herba satu ini? Dibandingan dengan herba lainnya, mungkin mimba tak begitu populer, namun tidak banyak yang tahu bahwa tanaman ini tergolong sebagai tanaman yang banyak memiliki kandungan manfaat untuk kesehatan. Ia tergolong tanaman perdu yang ditemukan pertama kali di kawasan Hindustani, India. Namun, kini Mimba sudah tersebar di seantero nusantara sejak abad ke 15. Pulau Jawa merupakan kawasan utama yang banyak ditumbuhi tanaman ini.

Melihat besarnya manfaat dari tanaman ini, banyak masyarakat kepincut memBudidayakan mimba. Salah satunya Andri Setiawan. Pria asal Nganjuk, Jawa Timur ini telah memBudidayakan mimba sejak tahun 2000. Ia menanam mimba di atas lahan seluas 1 hektar.

Alasan Andri memBudiayakan tanaman yang bernama latin Azadirachta indica ini berawal dari besarnya permintaan batang mimba untuk diolah menjadi bahan material properti. Ya, kayu mimba banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat kursi dan meja ruangan. Dalam memBudidayakan mimba ini, Andri pun bekerjasama dengan kelompok tani besar yang ada di sekitar Nganjuk. Namun, di lahan Budidayanya, Andri tidak hanya menanam mimba, tapi juga pohon mahoni dan jati.


Cek! Ini Faedah Jitu Biji dan Daun Mimba

Jenis Mimba. Jenis mimba yang biasa dijual Andri adalah dalam bentuk daun serta biji kering dan basah. Daunnya bisa dipanen setiap hari. Tapi, biji mimba hanya bisa dipanen dua kali dalam setahun. Biji akan dipanen saat musim kering di bulan Agustus.

Ada dua jenis panen untuk biji mimba, yakni panen besar dan sula. Musim panen besar biasanya menghasilkan 100 ton biji mimba. Saat panen sula hanya bisa 50 ton biji mimba. Khusus daun bisa terkumpul 50 kg per bulan.

Soal harganya sendiri, Andri membanderol biji harga mimba basah Rp 55 ribu per kg dan biji kering Rp 80 ribu per kg. Sedangkan daun basah Rp 45 ribu per kg dan daun kering Rp 60 ribu per kg. Dari hasil menjual daun dan biji mimba, Andri pun bisa mengantongi omzet Rp 50-70 juta per bulan. Wow!

Obati Gagal Ginjal dengan Daun Sukun

Halaman: 
Penulis : Riana