logo


Libur Panjang Penyebab Lonjakan Harga Ayam

Akibat libur panjang, peternak kurang cermat memperhitungkan pasokan daging ayam

20 Agustus 2015 00:00 WIB

Pedagang daging ayam. (Ist)
Pedagang daging ayam. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, terjadinya fluktuasi harga daging ayam pada saat ini, merupakan efek dari libur Lebaran yang cukup lama yakni dari 13 hingga 20 Juli yang lalu.

“Pada saat liburan itu banyak perusahaan peternak ayam tidak melakukan pemeliharaan ayam, maka stok berkurang dan saat ini stok sudah normal kembali, dan dalam 1 hingga 2 minggu ke depan harga itu bisa stabil kembali,” kata Amran, Kamis (20/8), saat melakukan konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta.

Bahkan dikatakan Mentan, harga ayam hidup di tingkat peternak cenderung stabil yakni sekitar Rp 17.000-Rp 20.000 per ekor. Sementara itu masih dalam kesempatan yang sama, Achmad Dawami, Ketua Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia mengakui bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini membuat pihaknya dan pihak pengusaha ternak ayam lain terkecoh.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

“Tahun ini adalah tahun anomali bagi para pedagang unggas di Indonesia. Di mana sejak 10 tahun belakangan ini, yang namanya setelah Lebaran harga ayam itu pasti turun, hanya tahun ini kami, sebagai pengusaha ternak ayam merasa terkecoh. Biasanya, kami memiliki stok ayam, tapi dengan mengingat kejadian sebelumnya maka kami menghabiskan semua stok yang ada sebelum Lebaran dengan pemikiran harga daging ayam setelah lebaran turun tetapi ternyata harga masih stabil, dan itu yang membuat kami terkecoh,” ujar Ahmad. 

Ahmad juga menuturkan bahwa kenaikan harga ayam erat kaitannya dengan kisruh yang terjadi di daging sapi. “Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan asosiasi pedagang bakso, mereka mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 3 juta pedagang bakso di seluruh indonesia yang menjual daging bakso sapi, kini sudah dicampur dengan daging ayam hampir 50 persen, yang dulu 100 persen daging sapi sekarang bercampur daging ayam,” imbuhnya.


Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro