logo


Urban Farming Vertikultur, Solusi Berkebun di Perkotaan

Teknik ini juga memiliki keunggulan, dimana memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu luas

20 Agustus 2015 14:36 WIB

Urban Farming Vertikultur. (Ist)
Urban Farming Vertikultur. (Ist)

Utilizing unused land in the urban areas for productive green farmland is the basic concept of urban farming. Clearly this requires skills, expertise and innovation in food process and cultivation.

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Memanfaatkan lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau merupakan konsep dasar dari urban farming. Jelas hal ini membutuhkan keterampilan, keahlian dan inovasi dalam Budidaya dan pengolahan makanan.

Untuk melakukan kegiatan berkebun ini, sebenarnya Anda dapat menggunakan lahan kosong di rumah yang tidak terpakai. Anda bisa mengadopsi teknik verikultur untuk mewujudkannya. Apa itu?

Teknik vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical. Hanya dengan membuat rak bertingkat dari besi untuk meletakkan beberapa pot, tabung bambu, ataupun pipa paralon, Anda sudah bisa memiliki lahan mungil dan apotik hidup pribadi di rumah. Dengan menggunakan bahan yang murah, Anda bisa mendapatkan sayuran yang sehat, segar dan terbebas dari pestida.


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Jenis-jenis tanaman yang diBudidayakan pun biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran seperti seledri, caisim, pakchoy, baby kalian, dan selada. Teknik ini juga memiliki keunggulan, dimana memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu luas.

Nah, jika Anda ingin mencoba berkebun dengan teknik vertikultur, caranya mudah kok, ikuti panduan berikut yuk!

  • Pertama, siapkan pipa paralon berdiameter 4 inci sepanjang 1,5 m. Lubangi paralon dengan diameter 1,5-2 cm pada sisinya secara bertingkat dan berselang-seling.  Melubangi pipa dengan selang seling akan membuat tanaman tumbuh bebas dan tidak saling menghalangi.
  • Buatlah lubang pertama berjarak 10 cm dari ujung paralon. Kemudian untuk setiap lubang berikutnya dibuat dengan jarak antara lain 25 cm. Anda akan mendapatkan 12 lubang untuk setiap pipa paralon.
  • Tutup bagian bawah pipa paralon dan letakkan pipa pada cetakan semen yang berlubang agar dapat berdiri kokoh.
  • Masukkan media tanam berupa campuran pasir, tanah gembur, pupuk kompos. Bisa juga Anda tambahkan pupuk urea.
  • Masukkan bibit ke dalam media tanam dan tutup dengan pupuk.

Nah, mudah kan? Selamat berkebun ya..

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana