logo


Ini Dia Cara Terbaru Sembuhkan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Metode ESWL bekerja menggunakan gelombang suara kejut yang dapat memecah batu ginjal

20 Agustus 2015 00:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Batu ginjal merupakan jenis penyakit yang tergolong cukup sering dijumpai di tengah masyarakat dengan prevalensi mendekati 20 persen. Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals Kebun Jeruk Marto Sugiono kepada Jitunews menjelaskan batu ginjal banyak dijumpai di Indonesia karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa yang beriklim tropis, sehingga cenderung panas.

Dengan cuaca semacam itu, orang-orang Indonesia akan mudah kehilangan keringat dan dehidrasi. Kurangnya asupan cairan merupakan faktor utama terbentuknya batu ginjal. Ada berbagai tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi batu ginjal, salah satunya dengan metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau ESWL. Tindakan tanpa pembedahan ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja untuk menghancurkan batu ginjal.

ESWL bekerja menggunakan gelombang suara kejut yang dapat memecah batu ginjal yang terdapat di dalam tubuh pasien sehingga ukurannya menjadi kecil-kecil. Namun, tindakan tersebut hanya sebatas memecahkan saja, tidak mengeluarkan batu ginjal. Jadi, batu ginjal yang sudah pecah tersebut akan keluar dengan sendirinya melalui saluran kencing.

Pasien harus minum banyak cairan setelah tindakan selesai dilakukan untuk memudahkan pecahan-pecahan batu ginjal keluar dari dalam tubuh. Tidak hanya cepat prosesnya, ESWL ini juga hemat karena biayanya jauh lebih murah ketimbang operasi. Pasien juga tidak pelu menginap alias hanya rawat jalan saja.

Meski cara penanganan batu ginjal semakin mudah, bukan berarti penyakit ini dianggap sepele. Pasalnya, jika batu ginjal dibiarkan semakin besar, akan menganggu aliran urin dan menurunkan fungsi ginjal.

Lebih jelas lagi dr. Marto mengatakan ginjal sendiri fungsinya menyaring cairan dan membuang zat-zat sisa dalam darah dalam bentuk urin melalui saluran kemih. Zat sisa yang berlebih seperti kalsium dan asam urat dalam urin dapat mengendap dan mengeras membentuk batu ginjal. Untuk itu, air sangat penting untuk ginjal, minumlah air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya.

Faktor lain yang meningkatkan risiko batu ginjal yaitu asupan kalsium dan garam yang berlebihan, kurang gerak, obesitas, riwayat batu ginjal sebelumnya dan asam urat tinggi. Gejala batu ginjal pun seperti nyeri pinggang, nyeri saat berkemih, anyang-anyangan, atau urin berwarna kemerahan. Walaupun sudah sembuh, pasien dapat terkena batu ginjal kembali apabila tidak menjaga gaya hidupnya.

Jadi Favorit, Mie Instan Ancaman Berbahaya bagi Kesehatan

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah