logo


Awetkan Jenazah Korban Trigana Air, Tim Evakuasi Siapkan Kontainer Pendingin

Cuaca disana juga turut membuat awet jenazah dan tidak merusaknya

19 Agustus 2015 00:00 WIB

Petugas menemukan black box Trigana Air. (Ist)
Petugas menemukan black box Trigana Air. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pos DVI Polri di RS Bhayangkara Jayapura sudah menyiapkan sebuah truk kontainer pendingin untuk mengawetkan 54 jenazah korban jatuhnya pesawat Trigana Air. Namun Kontainer Pendingin tersebut berada jauh dari Distrik Oktabe, Pengunungan Bintang titik dimana jatuhnya pesawat tersebut.

Deputi Bidang Operasi Basarnas Heronimus Guru mengatakan meski tak memiliki alat pendingin, tim evakuasi di Distrik Oktabe terbantu dengan cuaca dingin berkisar 20 derajat celcius di daerah tersebut. Dengan begitu maka cuaca disana juga turut membuat awet jenazah dan tidak merusaknya, sehingga proses identifikasi dapat dilakukan.

"Saat ini disana (Distrik Oktabe) tidak ada pendingin, tapi kondisi disana sudah sangat dingin. Kami berharap semoga kondisi jenazah tetap aman tanpa alat pendingin," tuturnya di Jakarta pada Rabu (19/8).


Jenazah Korban Crane Asal Indonesia Dipastikan Akan Dimakamkan di Makkah

Namun evakuasi lewat jalur darat setidaknya membutuhkan waktu 4 jam menuju ke basecamp Dinas Pekerjaan Umum di Oksibil. Sebelumnya rencana evakuasi melalui udara urung dilakukan mengingat kondisi cuaca yang berkabut sehingga jarak pandang hanya berkisar lima meter saja.

Padahal tim evakuasi telah merencanakan akan membangun fasilitas helipad dengan menggunakan teknik hoisting atau menarik jenazah ke helikopter untuk mempercepat evakuasi. Namun Kepala Basarnas memerintahkan evakuasi melalui jalur darat mengingat jalur udara tidak memungkinkan.

"Kepala Basarnas memerintahkan (evakuasi) lewat jalur darat, sesuai dengan personel yang ada di lokasi," lanjutnya.

Sebelum Dimakamkan, Jenazah Adnan Buyung Dibawa ke Rumah Duka di Lebak Bulus

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan