logo


Kisah Panjang Di Balik Kenikmatan Pempek Palembang

Pada awalnya, bahan baku pembuatan Pempek menggunakan ikan gabus dan Belinda yang hidup diperairan Sungai Musi

19 Agustus 2015 00:00 WIB

Pempek Palembang. (Ist)
Pempek Palembang. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Bagi penikmat kuliner sejati, pasti tidak asing dengan kudapan khas dari Sumatera Selatan, Pempek. Ya, bila dilihat dari sejarahnya, Pempek pertama kali ditemukan pada abad ke-16 dan ditemukan oleh seorang laki-laki imigran dari Tiongkok yang tinggal di sekitar Sungai Musi. Ia melihat banyak sekali ikan yang terbuang setiap harinya. Ia lalu mendapat ide mencampurkan tapioka dan bumbu lain ke dalam daging ikan yang dikerok dari badan ikan, lalu direbus dan dijajakan disekitar tempat tinggalnya.

Kemungkinan besar, laki-laki tersebut mengadaptasi pembuatan ngohiang atau kekian yang campuran dan bentuknya mirip, walaupun dengan bahan protein yang berbeda. Penjaja penganan itu biasa dipanggil "Apek-apek" oleh warga setempat, karena memang demikianlah umumnya panggilan untuk laki-laki Thionghoa yang sudah lanjut usia. Panggilan terhadap Si Apek lama kelamaan melekat menjadi nama penganan yang dijajakan.

Pada dasarnya, bahan baku pembuatan Pempek menggunakan ikan gabus dan Belinda yang hidup diperairan Sungai Musi. Khusus penggunaan ikan Belinda, memang menghasilkan tekstur lembut dan citarasa yang sedap pada pempek. Harga jualnya pun relatif lebih mahal ketimbang pempek berbahan baku ikan tenggiri. Berbagai varian bahan baku bisa dijadikan bahan pembuatan pempek, seperti udang misalnya.

Untuk membedakan pempek berbahan baku udang atau pun ikan bisa dengan mudah dikenali dari permukaan kulitnya. Jika Pempek berwarna merah muda, berarti berasal dari udang. Sedangkan pempek berwarna putih biasanya dari daging ikan. Dan terakhir jika pempek berwarna abu-abu biasanya menggunakan kulit ikan sebagai bahan utamanya.

Di kota asalnya, Palembang. Biasanya penyajiannya dilakukan dengan cara di goreng atau dipanggang atau dibakar dan disajikan bersama saus cuka atau cuko. Saus cuka ini berasal dari campuran gula merah, bawang putih, cabai, ebi dan cuka.

Sedangkan di pulau Bangka, Pempek biasanya disajikan dengan cara di rebus lalu diberi saus merah yang berasal dari terasi dan tauco.

Untuk menikmati Pempek, ada berbagai pilihan jenis yang bisa dinikmati seperti Pempek Kapal Selam (biasanya diisi dengan telur ayam), Pempek Lenjer, Pempek Lenggang atau Pempek Telur Bakar, Adaan, Pempek Tahu, Pempek Keriting, Pempek Dos, Pempek Kulit dan Pempek Pistel yang berisi daging pepaya muda.


Ide Masakan Rumahan: Masakan Mudah untuk Buka Puasa, Resep Lodeh Tempe

Ide Masakan Rumahan: Masakan Mudah untuk Buka Puasa, Resep Tomyam Udang

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah