logo


Malaysia Airlines Hilang Di Samudera Hindia

25 Maret 2014 11:00 WIB


MALAYSIA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, pada Senin (24/03), akhinya memberikan pernyataan mengenai nasib pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang selama lebih dari 2 pekan. Inilah ketakutan terburuk dari 239 anggota keluarga korban penumpang pesawat tujuan Beijing, Cina tersebut.

Najib Razak mengatakan, data satelit terbaru milik perusahaan Inggris, Inmarsat, telah mengungkapkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang "di lokasi terpencil" Samudera Hindia selatan, demikian siaran pers yang dikutip abc news.
 
"Ini adalah lokasi terpencil, jauh dari Setiap tempat pendaratan yang layak. Oleh karena itu dengan sedih dan menyesal Bahwa aku harus memberitahu Anda itu, Menurut data baru ini, penerbangan MH370 berakhir di Samudra Hindia bagian selatan," ujar Razak dengan wajah muram saat konferensi pers kemarin.

"(Inmarsat) telah melakukan perhitungan pada data dengan menggunakan jenis analisis yang belum pernah digunakan dalam investigasi semacam ini dan mereka telah menjelaskan lebih lanjut tentang MH370. Berdasarkan analisis terbaru, disimpulkan bahwa MH370 terbang sepanjang koridor selatan dan posisi terakhirnya adalah masuk ke tengah Samudera Hindia,"kata Razak.

Razak menambahkan,"Kami akan mengadakan konferensi pers esok hari dengan keterangan lebih rinci. Untuk sementara itu, kami ingin memberitahu anda bahwa inilah perkembangan terakhir terkait pencarian MH370. Kami membagikan informasi ini sebagai komitmen atas keterbukaan dan penghormatan terhadap keluarga. Dua hal inilah yang menjadi acuan kami dalam investigasi kecelakaan ini."

Sementara itu, pihak Malaysia Airlines sebelumnya telah berbicara dengan keluarga penumpang dan kru pesawat terkait perkembangan terbaru ini."Kepada mereka, dua pekan terakhir adalah saat yang sangat berat. Saya tahu kabar ini akan menambah beban mereka. Saya minta media untuk menghormati privasi mereka, dan tolong berikan ruang kepada mereka yang sedang berduka dalam saat yang berat seperti ini,"ungkap Razak.

 

Jepang Akan Serahkan Bahan Nuklir Ke AS

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya, Tommy Ismaya