logo


Benarkah Diet Ketat dapat Mempengaruhi Kesuburan bagi Wanita?

Banyak faktor yang menentukan kemampuan untuk hamil

17 Agustus 2015 00:00 WIB

artikel jitunews
artikel jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tubuh langsing serta proporsional membuat wanita memang lebih terlihat cantik dan menarik. Alhasil, banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan tubuh langsing yang diinginkan. Tak jarang, berat badan naik 2-3 kg saja membuat wanita panik dan segera melakukan berbagai macam diet agar berat badan kembali langsing dan proporsional. Namun karena ingin berat badannya turun dengan cepat, maka mereka melakukan diet ketat dengan mengurangi jumlah makanan dalam jumlah besar, memilih jenis makanan yang dikonsumsi hingga tidak makan selama beberapa jam. Lalu apakah diet ketat dapat menganggu tingkat kesuburan?

Diet ketat memang dapat memengaruhi tingkat kesuburan seseorang. Namun, kesuburan bukan hanya dilihat dari pola diet. Menurut dr. Alvin Setiawan, SpOG, M.Kes, FMAS, DMAS, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, banyak faktor yang menentukan kemampuan untuk hamil. Misalnya sel telur bertahan normal dengan siklus haid wanita yang dilepaskan satu kali dan keluar satu juta telur dalam sebulan. Berbeda dengan laki-laki yang mana sperma diproduksi terus-menerus.
 
"Jadi untuk menentukan keberhasilan kehamilan, tidak hanya dilihat dari faktor wanita, tetapi juga dilihat dari faktor prianya. Kemampuan hamil itu ditentukan sebesar 40 persen dari pihak wanita, sebesar 40 persen dari pihak pria dan sebesar 20 persennya dari gabungan antara pria dan wanita. Jika ada gangguan, maka dicek dulu penyebabnya dan kemudian diatasi,"jelas dr. Alvin kepada jitunews di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lebih jelas lagi dr. Alvin mengungkapkan, untuk melihat kesuburan pria berdasarkan kondisi spermanya, yaitu jumlahnya, konsentrasinya, ketepatan gerakan, dan bentuknya apakah normal atau tidak. Sementara dari pihak wanita dilihat berdasarkan siklus haidnya teratur atau tidak sehingga sel telur dilepaskan setiap bulan, apakah ada sumbatan pada saluran telurnya atau tidak, bentuk rahimnya dan lain-lain.

Dengan demikian, kemampuan hamil seorang wanita tidak semata-mata disebabkan oleh diet. Namun, memang menurunkan berat badan secara drastis atau melakukan diet ketat sangat memengaruhi kemampuan seseorang untuk hamil. Jadi sebaiknya jika ingin hamil, maka ketika ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan dengan berat dan drastis. Turunkan secara bertahap. Jika berat badan diturunkan secara drastis bahkan sampai ekstrim hingga terlalu kurus dan lemaknya sudah hampir habis, maka biasanya kadar hormon estrogennya rendah. Pasalnya lemak pada wanita menghasilkan estrogen.

Makan Mie Instan Pakai Nasi, Sehat Enggak, sih?

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah