logo


Kisah Tragis Kepunahan Parkit Carolina

Binatang ini dijuluki puzzi la nee (kepala kuning) oleh penduduk Seminole

14 Agustus 2015 12:00 WIB

Parkit Carolina. (Ist)
Parkit Carolina. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ini adalah satu-­satunya spesies yang digolongkan ke dalam genus Conuropsis. Binatang ini dijuluki puzzi la nee (kepala kuning) atau pot pot chee oleh penduduk Seminole dan kelinky dalam bahasa Chikasha.

Parkit Carolina (Conuropsis carolinensis) adalah satu-­satunya spesies parkit yang asli berasal dari Amerika Serikat bagian timur. Burung ini dulunya dapat ditemui di Lembah Ohio sampai Teluk Meksiko. Spesies ini merupakan jenis burung pengembara yang sangat langka di tempat­-tempat tertentu yang jauh di utara hingga di Ontario Selatan. 

Hewan ini punah karena banyaknya ancaman terhadap spesiesnya. Untuk membuat area pertanian, area luas di hutan ditebangi, membuat habitatnya semakin terbatas. Bulu-­bulunya yang beraneka warna  sering digunakan sebagai bahan dekorasi topi wanita, dan burung ini juga sering dijadikan sebagai binatang peliharaan. Burung­-burung ini sangat mudah ditangkap, dan sedikit yang dibiakkan para pemiliknya.


Jajaki Bisnis Peternakan, Mayjen (Purn) Suharno Belajar Hingga ke Negeri Orang

Spesimen liar terakhir dibunuh di Okeechobee County di Florida tahun 1904, dan spesies terakhir yang ditangkarkan mati di Kebun Binatang Cincinnati tahun 1918. Binatang ini merupakan spesimen jantan "Incas," yang mati sama dengan tahun pasangannya, "Lady Jane." Hal ini belum sampai tahun 1939, bagaimanapun, peristiwa ini menandai kepunahan Parkit Carolina.

Nikmati Kesegaran Susu Sapi Asli Desa Winong Boyolali

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Tommy Ismaya