logo


Hati-hati, Kabut Dingin Berbahaya untuk Tanaman Bawang

Setelah terkena kabut dingin, tanaman bawang harus segera disiram air

12 Agustus 2015 00:00 WIB

Ali Amrin (46), petani bawang (dok.jitunews)
Ali Amrin (46), petani bawang (dok.jitunews)

SUMBAR, JITUNEWS.COM- Tidak hanya hama yang perlu diwaspadai oleh petani bawang, ternyata kabut dingin atau kabut embun yang turun juga menjadi ancaman.

Salah seorang petani bawang di Kenagarian Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Ali Amrin (46) mengatakan, tanaman bawang merupakan salah satu jenis tanaman yang manja, sehingga memerlukan perawatan yang penuh, agar bawang yang ditanam bisa dipanen dengan hasil yang memuaskan.

Kenapa kabut dinilai berbahaya bagi tanaman bawang? Karena kandungan air yang berada dalam kabut sangat banyak. Hal yang demikian harus segera diantisipasi, sebab tanaman bawang tidak bisa bertahan jika dibasahi air dengan rentang waktu yang lama.


Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar

"Berbeda dengan air hujan yang turun, cuaca hujan hanya turun sesekali saja, tapi kabut terus terjadi setiap hari, dan dalam sehari itu, bisa tiga kali kabut turun dan menyelimuti daerah ini," ungkap Ali, Rabu (12/8).

Ia pun menjelaskan, di daerah tersebut kabut yang turun tidak hanya di waktu pagi, atau sore hari, tetapi juga terjadi di waktu siangnya. Karena di Aie Dingin merupakan daerah dataran tinggi.

Karena itu, menurutnya, hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi agar tanaman bawang tidak layu dan rusak akibat kabut yang menyelimuti, adalah dengan segera menyirami tanam bawang tersebut dengan air.

"Jika kabutnya turun pagi, maka usai menyelimuti secepatnya disiram, dan begitu juga dengan waktu-waktu lainnya," paparnya.

Selain itu, pria yang memiliki tanaman bawang dengan luas lahan sekitar 2 hektar ini juga mengakui, hal yang paling ekstrem ialah ketika musim hujan yang ditambah dengan kabut yang turun. Hal itu bisa membuat tanaman bawang hancur.

Tetapi, jika panas berkepanjangan, juga tidak baik, karena tanaman bawang juga perlu serapan air. "Saya mengetahui hal itu, karena saya pernah mengalami kerugian tanaman bawang, begitu juga dengan petani bawang lainnya," tutupnya. (Muhammad Noli Hendra)

Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro