logo


Mitra Energi Bakal Tingkatkan Utilisasi Pipa Gas Miliknya

Pasalnya, dari 10 MMSCFD yang terpasang, baru 3,7 MMSCFD yang terpakai oleh Perseroan.

12 Agustus 2015 11:16 WIB

Ilustrasi pipa gas. (Ist)
Ilustrasi pipa gas. (Ist)

JAKARTA JITUNEWS.COM - Direktur Keuangan PT Mitra Energi Persada Tbk Husni Heron mengungkapkan, bahwa utilisasi pipa gas milik pihaknya bakal meningkat dua kali lipat menjadi 7,4 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) di tahun depan.

Menurut Husni, pihaknya baru memakai kapasitas 3,7 MMSCFD dari total kapasitas terpasang 10 MMSCFD melalui pipa dedicated hilir. “ Peningkatan kapasitas ini baru akan berkontribusi di penjualan 2017 nanti,” ungkap Husni kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta.

Terkait target kinerja, Husni mengatakan, bahwa pihaknya mampu menargetkan meraih laba bersih Rp 20-25 miliar di tahun ini. Target tersebut naik hingga 66,67% dari perolehan laba bersih sepanjang 2 14 lalu yang mencapai Rp 15 miliar. Sedangkan, pendapatan ditargetkan bertumbuh hingga 15,83% dari Rp 146,77 miliar pada 2014 menjadi Rp 160-170 miliar di tahun ini.


2019, Produsen Solar Panel JSKY Genjot Penjualan di Pasar Domestik dan Global

Per Maret 2015 lalu, Husni menyebutkan, bahwa pihaknya telah mengantongi laba bersih dan pendapatan sebesar Rp 9 miliar dan Rp 4 miliar. Kinerja perseroan semakin bertumbuh setelah melakukan restrukturisasi usaha dan menghapuskan lini bisnis penjualan batu bara melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Energi Buana (MEB).

Selain itu, Husni menjelaskan, pihaknya juga berupaya meningkatkan margin laba bersih menjadi 15% di tahun ini, disamping tetap mempertahankan margin laba kotor perseroan di atas 25%. Per Desember 2014 lalu, margin laba bersih dan laba kotor Mitra Energi masing-masing tercatat sebesar 10,19% dan 36,92%.

Sebelumnya Direktur Utama Mitra Energi Ivo Wongkaren menyampaikan, bahwa pihaknya berniat untuk memaksimalkan kapasitas terpasang tersebut Sesuai rencana, pasokan gas perseroan tersebut akan digenjot hingga tiga kali lipat.

“ Kenaikan suplai gas tersebut bisa meningkatkan performa perseroan hingga 300 persen tanpa harus menaikkan belanja modal (capital expenditure/capex) secara signifikan,” tandasnya.

Sekadar informasi, sebagian besar konsumen Mitra Energi saat ini masih didominasi oleh industri pulp & paper atau sebesar 70% dari jumlah keseluruhan. Sisanya, diserap oleh industri karet (crumb rubber).

Mitra Energi mematok harga US$ 10 Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) yang sudah termasuk komponen tol fee pada PT Pertamina Gas/Pertagas (Persero) Tbk sebagai pemilik pipa.

Indonesia Perlu Ambisius Soal Energi Terbarukan

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin