logo


Fantastis, Omzet Usaha Produksi Teh Herbal Menggiurkan Lho!

Teh herbal milik Ridho juga sudah terdaftar di BPOM dan sudah dilakukan uji produk

12 Agustus 2015 11:00 WIB

Teh Herbal. (Ist)
Teh Herbal. (Ist)

Science and technological development apparently has significant impacts on a tea product innovation. Lots of people have developed tea with various variants and diverse raw materials, not only tea leaves, because nowadays there have been emerging a variety of variants of herbal tea.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sepertinya memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap inovasi produk teh. Beberapa pihak telah banyak mengembangkan teh dengan varian dan bahan baku yang beragam. Tidak melulu berbahan baku daun teh, karena dewasa ini muncul berbagai varian teh herbal.

Salah satu pelaku usaha teh herbal tersebut adalah Ridho Suwarno. Di bawah payung CV. Jasarama Herbal, sedikitnya Ridho telah memproduksi 8 macam teh herbal seperti, yaitu teh celup pegagan (campuran teh dengan daun pegagan), teh celup sirih (campuran sirih merah dengan teh), teh celup mengkudu (campuran buah mengkudu dengan teh), teh celup rosella (campuran teh dengan bunga rosella ungu), teh celup murbei (campuran teh dengan daun murbei), teh celup temulawak (campuran teh dengan temulawak).


Satu Bulan Usaha Teh Herbal, Pria Ini Bisa Balik Modal!

Merunut sejahranya sendiri, sekitar tahun 2001, Ridho terinspirasi untuk membuat teh yang dicampur dengan tanaman herbal. Awalnya belum berbentuk teh celup, ia meracik teh herbal tubruk (campuran teh tubruk dan tanaman herbal yang dikeringkan tanpa dikemas dalam sachet). Produknya hanya dikemas dalam kemasan sederhana menggunakan plastik PP ukuran ½ dan 1 kg yang dibungkus dalam kertas bertuliskan merek Teh Herbal produksi Jasarama Herbal, komposisi bahan, dan manfaat teh. Satu tahun berjalan ternyata usahanya semakin berkembang. Ridho lalu mengubah tampilan teh tubruk menjadi teh celup.

Keunggulan dari CV. Jasarama Herbal terletak pada produk teh herbal detoxifikasi. Produk ini jarang dijumpai di tempat lain. Khasiatnya sendiri diklaim  mampu mengobati 27 penyakit seperti sakit kepala. asam urat, reumatik, kolesterol, sakit gigi, sariawan, ambeien, lemah syahwat, sakit saat haid, kencing manis, darah rendah, darah tinggi, darah kotor, batu ginjal, jantung, herpes, stroke, tumor, kanker, hepatitis, lever, asma, flu, dan maag. Teh herbal milik Ridho juga sudah terdaftar di BPOM dan sudah dilakukan uji produk. Teh ini memiliki batas kadaluwarsa hingga satu tahun.

Tidak hanya itu, Jasarama Herbal mengedepankan kualitas tanaman herbal yang digunakan. Tanaman herbal ditanam di daerah dengan suhu dan cuaca yang cocok dan kondisi tanah yang baik untuk tanaman herbal. Perkebunan tanaman ini berada di daerah Cianjur, Jawa Barat, tepatnya berjarak 9 km dari laut pantai selatan. Hal ini yang membuat tanaman herbal yang digunakan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, rasa teh herbal buatan Ridho ini memiliki ciri khas dan rasa sedap saat diminum.

“Bagi yang meminum teh akan merasakan segarnya tanaman herbal bercampur teh,” tutur Ridho.

Dari penjualan sekitar 10 ribu boks teh untuk semua jenis teh herbal yang tersedia, maka omzet yang diperoleh Ridho sekitar Rp 460 juta ditambah penjualan dari produk lain sekitar Rp 40 juta. Jadi total omset yang diperoleh sekitar Rp 500 juta per bulan. Wow, nilai yang fantastis ya!

Bagaimana, Anda tertarik mengikuti jejak Ridho?

Obati Gagal Ginjal dengan Daun Sukun

Halaman: 
Penulis : Riana