logo


Pembudidaya Kopi, Waspadai Kehadiran Ochratoxin Ya! Ini Cara Mengendalikannya

Kontaminasi terjadi setelah buah kopi dipanen, bukan pada waktu masih di pohon

7 Agustus 2015 11:04 WIB

Tanaman kopi. (Ist)
Tanaman kopi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ochratoxin adalah salah satu jenis mikotoksin (racun yang berasal dari cendawan). Ochratoxin dapat diihasilkan oleh beberapa species dari cendawan Aspergillus dan Penicillium, terutama Aspergillus ochraceus. Itu alasannya kenapa toksin tersebut bernama ochratoxin.

Ochratoxin is one type of mycotoxins (toxins of fungi). Ochratoxin can be produced by several species of Aspergillus and Penicillium fungi especially Aspergillus ochraceus. That is why this toxin is called Ochratoxin.

Cendawan Aspergillus dan Penicillium dikenal sebagai storage fungus yaitu cendawan yang terutama terdapat pada bahan makanan di tempat penyimpanan (storage). Dikenal ada tiga ochratoxin yaitu ochratoxin A, B, tetapi yang paling beracun adalah ochratoxin A (OTA).

OTA tidak hanya menyerang biji kopi tetapi juga pada kopi sangrai, kopi bubuk, kopi instan dan kopi dekafeinasi. OTA bersifat relatif stabil terhadap panas, namun penyangarian pada suhu tinggi dapat mengurangi OTA meskipun tidak sampai hilang.

Cendawan ini dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat pada kelembaban udara di atas 75-80 %, pada suhu antara 12-37 °C. Selain itu, daging buah dan kulit ari lebih mudah terkena kontaminasi, demikian pula biji kopi yang pecah atau cacat permukaannya. Kontaminasi terjadi setelah buah kopi dipanen, bukan pada waktu masih di pohon.


Trik Jitu Membuat Taman Gantung dengan Paralon, Yuk Coba!

Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan guna mencegah kontaminasi.

Pengolahan kering:

  • Setelah dipetik, buah kopi segera dibeber di lantai jemur;
  • Penjemuran dilakukan di atas lantai jemur atau di atas plastic dan sekali-kali jangan di atas lantai tanah. Lantai harus sedikit miring agar air hujan dapat mengalir lebih cepat.
  • Pada awal penjemuran, tebal lapisan buah tidak laebih dari 3cm, dan harus di bolak-balik berulang kali setiap hari;
  • Selama masa penjemuran harus dijaga jangan sampai tekena air hujan;
  • Jika akan dibuat AP (after polish) hendaknya tidak digunakan bahan campuran dengan air;
  • Kopi harus dikeringkan hingga kadar air maksimum 13 %).

Jangan Asal Menyimpan Sayur dan Buah, Perhatikan Tips Ini!

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana