logo


Bangun Infrastruktur, IRESS: Industri Tambang Lokal Dilupakan

Direktur IRESS mengungkapkan, bahwa Pemerintah seolah acuh tak acuh terhadap industri lokal.

7 Agustus 2015 10:52 WIB

Ilustrasi industri tambang nasional. (Ist)
Ilustrasi industri tambang nasional. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam membangun infrastruktur pertambangan, Pemerintah dianggap tidak cermat. Pasalnya. Pemerintah tidak melibatkan peran industri tambang nasional dalam berbagai pembangunan tersebut.

Menurut Direktur Centre Indonesian Resources Strategic Studies (IRESS) Budi Santoso, berbagai program infrastruktur Pemerintah tersebut seharusnya bisa menjadi peluang pasar yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha sektor tambang.

"Sedihnya ini tidak disiapkan. Padahal bisa jadi pangsa pasar yang nanti ditangkap oleh industri tambang," ungkap Budi dalam diskusi di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (6/8) kemarin.


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Bahkan, Budi menyebutkan, ini bisa sejalan dengan program hilirisasi sektor tambang yang nantinya menghasilkan bahan baku sektor infrastruktur yang lebih baik.

Menurutnya, Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia dalam hal ini cukup berbeda. Negara lain terbiasa menyiapkan sesuatunya secara akurat sehingga ‎berbagai program berjalan secara apik, berbeda dengan kita.

Budi menuturkan, Indonesia memiliki ribuan perusahaan tambang yang seharusnya bisa menjawab kegelisahan Pemerintah dalam memperoleh pasokan bahan baku untuk infrastruktur. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Pemerintah dinilai tidak menangkap dan seakan acuh terhadap keberadaan dan manfaat dari industri tambang nasional.

"Kita enggak punya sense. Perlu diingat bahan baku infrastruktur kita impor yang seharusnya kita bisa dapat dari dalam negeri," tutupnya.

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex