logo


Sido Muncul Garap Pupuk Bio Organik dari Limbah Jamu

Adapun hasil pupuk dan nutrisi ini dikemas dengan brand Herba Farm dan Bio Farm.

4 Agustus 2015 23:00 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Limbah industri jamu Sido Muncul baik yang berbentuk padatan maupun cair kini sudah diolah kembali oleh PT Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN) menjadi pupuk bio organik yang bermanfaat untuk pertumbuhan mikroba dan zat hara dalam tanah.

Inovasi yang dilakukan oleh PT Sido Muncul Pupuk Nusantara tidak muncul dalam sekejap melainkan melalui proses riset yang panjang selama 15 tahun. Produsen pupuk bio organik itu akhirnya berhasil menyulap jamu menjadi pupuk dan nutrisi yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan ternak.

Selain itu, mereka juga berhasil mengembangkan pupuk bio organik pada tanah-tanah yang rusak akibat lumpur Lapindo sehingga menjadi tanah yang subur dan dapat ditanami kembali.

Salah satu tanaman yang sedang dikembangkan untuk diBudidayakan adalah tanaman kacang menggunakan pupuk bio organik. Kacang tersebut tumbuh subur dan berkembang dengan baik ditanah bekas lumpur lapindo.

Owner PT Sido Muncul Pupuk Nusantara Sofyan Hidayat mengatakan, bahwa pihaknya mampu memproduksi produk organik unggulan yang banyak memberi manfaat pertanian dan peternakan, terutama dalam mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

"Program kami ini adalah untuk mendukung program pemerintah. Pak Jokowi menginginkan negara ini menjadi negara pertanian. Untuk itu kita punya pupuk organik yang luar biasa yang bisa menghidupkan tanah yang sudah mati akibat industri sehingga menjadi subur kembali," katanya

Riset yang dilakukan sejak tahun 2000, baru belakangan ini mulai berhasil diterima pasar dan sudah melalui banyak penyempurnaan. Selama riset, pihaknya mendatangkan tenaga-tenaga ahli di bidangnya dengan mengujicoba di lahan pertanian, sawah sampai mengalami puso.

Menurutnya, dalam pupuk ini ada unsur mikrobia dan hara. Adapun hasil pupuk dan nutrisi ini dikemas dengan brand Herba Farm dan Bio Farm. “Dengan olahan limbah produksi jamu ini, untuk ternak misalnya telah terbukti mempercepat proses penggemukan dibanding waktu normal pemeliharaan. Begitu pula pada tanaman pangan, terbukti mampu menghasilkan buah atau sayuran berkualitas dengan masa tanam yang relatif lebih pendek,” kata Sofyan

Kapasitas Produksi

Sido Muncul Pupuk Nusantara paparnya, kini memiliki kapasitas produksi rata-rata 3 juta liter per bulan dan jika dioptimalkan bisa menjadi 15 juta liter hanya dalam waktu 6 bulan saja. “Untuk pasarnya sendiri sudah kami ekspor ke sejumlah negara, seperti Amerika, Rusia, dan Jerman,” kata Presiden Direktur (Presdir) PT SMPN David Hidayat.

Pasar ekspor memberikan kontribusi hingga 60 persen, dibandingkan pasar lokal. Ke depan pihaknya akan terus menggenjot penjualan lokal, dengan menggandeng pemerintah, sekaligus ikut berperan dalam mewujudkan swasembada pangan. Pupuk bio organik ini telah mendapatkan sertifikat Organic Materials Review Institute (OMRI) yang memberikan paparan tentang kandungan material organik dalam sebuah produk.

Sertifikat tersebut diterbitkan di Amerika melalui uji yang sangat ketat. “Sertifikat ini menjadi bukti kesungguhan kami untuk terus mengembangkan pupuk yang bermutu. Begitu kita dapat sertifikat OMRI, masuk ke Rusia dan Jerman tidak sulit” katanya.

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid