logo


Bumbung Kosong Jadi Opsi Pilkada di Daerah Calon Tunggal

Satu calon bukanlah bagian dari demokrasi, dan ada yang menyebut bumbung kosong hal yang baik

4 Agustus 2015 00:00 WIB

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. (Ist)
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk mengakali agar Pilkada tetap bisa digelar pada tahun 2015 bagi daerah dengan mengusung calon tunggal, diusulkan dengan membubuhkan bumbung kosong dalam kertas suara. Terkait hal tersebut Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyerahkan urusan tersebut kepada pemerintah.

"Sekarang mau diganti sistemnya jika ada satu pasangan dengan satu bumbung kosong. Bicara sistem, bicara prinsip, tapi bukan KPU yang mengatur. KPU tak mau," tegas Gumay di gedung KPU, Jakarta Pusat, Jalan Imam Bonjol, Selasa(4/8).

Jika akhirnya pemerintah ingin menerapkan sistem bumbung kosong hanya untuk alasan tertentu, KPU tak bisa melakukan hal lain kecuali mengikuti Perppu tersebut.

"Kami ikut saja, silahkan saja, jika pemerintah anggap Perppu ini harus ada. Perppunya seperti apa pun silahkan," ketusnya.

Berbeda jika KPU, sambung Gumay, dimintai pemerintah untuk memberikan masukan. Gumay menambahkan, berbeda persepsi orang boleh saja. Ada yang menyebut satu calon bukanlah bagian dari demokrasi, dan ada pula yang menyebut bumbung kosong sebagai hal yang baik.

"Bisa saja orang berbeda pandangan, oh hanya satu pasang bukan demokrasi? tapi yang lain justru menyebut baik tentang bumbung kosong, dimana masyarakat dapat menyatakan tidak setuju terhadap calon yang ada," pungkasnya.

 

JK Sarankan Pilkada 2020 Ditunda Sampai Vaksin Covid-19 Ditemukan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan