logo


Bolehkah Wanita Dipijat Saat Hamil? Ini Dia Penjelasan Dari Dokter

Pijat saat hamil direkomendasikan jika kondisi kehamilan semakin besar

4 Agustus 2015 00:00 WIB

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beban perut yang semakin besar juga membuat beban punggung semakin berat. Tak heran banyak wanita hamil yang mengeluhkan punggungnya menjadi sering pegal-pegal. Karena, otot-otot punggung berfungsi untuk menopang berat janin yang terkandung di dalam perut, karena itu jika beban perut semakin berat dan membesar membuat otot-otot punggung meregang. Hal inilah yang membuat wanita hamil lebih sensitif dan banyak mengeluh karena membawa beban yang berat untuk aktivitasnya sehari-hari.

Karena punggung terasa berat, lantas bolehkah wanita hamil melakukan pijat saat hamil? Sebenarnya boleh-boleh saja. Tetapi jika ingin melakukan pijat saat hamil sebaiknya dilakukan setelah masa kehamilan 12 minggu atau setelah trimester pertama hingga menjelang melahirkan. Pijat saat hamil juga harus dilakukan sesuai dengan aturan pijat untuk wanita hamil serta dilakukan oleh terapis yang berpengalaman dan pengawasan yang memadai.

Menurut dr. Alvin Setiawan, SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, jika pijat hamil dilakukan di awal masa kehamilan yaitu kehamilan hingga 12 minggu maka bisa menyebabkan keguguran. Meski belum ada penelitian akurat yang menunjukkan bahwa pijat saat hamil yang dilakukan di trimester pertama kehamilan bisa menyebabkan keguguran. Oleh karena itu sebaiknya wanita hamil tidak melakukan pijat di awal kehamilan.

Namun, pijat saat hamil direkomendasikan jika kondisi kehamilan semakin besar untuk merelaksasi otot-otot saat melahirkan nanti. Meski pijat saat hamil disarankan, tetapi wanita hamil yang pernah memiliki riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya atau sedang menjalani program bayi tabung, sebaiknya pijat saat hamil tidak dilakukan.

Pijatan yang boleh dilakukan adalah pijat relaksasi, bukan pijat refleksi. Manfaat dari pijat saat hamil adalah menghilangkan stres akibat sendi yang mendapat beban yang tinggi terutama di daerah punggung dan kaki, mengajarkan wanita hamil untuk lebih relaks, serta membantu memaksimalkan kapasitas pernapasan yang diperoleh saat melahirkan nanti. Pijat saat hamil juga dapat melancarkan peredaran darah, relaksasi otot-otot, melepaskan zat dopamin (zat yang memberikan rasa nyaman dan tenang pada tubuh) dan serotonin, serta mengurangi zat stres seperti hormon kortisol dan norepinephrin, membuat tidur lebih nyenyak serta mengurangi nyeri pada punggung.

Antara Melahirkan Bayi Laki-laki dan Perempuan, Mana yang Terasa Lebih Sakit?

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah
 
×
×