logo


Ingin Kaya, Tanam Saja Srikaya!

Untuk perawatan bibit sendiri, lakukan penyiraman 2-3 hari sekali tergantung cuaca

4 Agustus 2015 09:41 WIB

Srikaya jumbo sudah bisa berbuah di tahun pertama hanya saja jumlahnya tidak banyak yakni 4-5 buah dengan ukuran 500-600 gram. (Foto : IST)
Srikaya jumbo sudah bisa berbuah di tahun pertama hanya saja jumlahnya tidak banyak yakni 4-5 buah dengan ukuran 500-600 gram. (Foto : IST)

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM – Srikaya jumbo, sebagai varietas baru, tentu hingga saat ini buah ini banyak dicari orang. Hal inilah yang mendorong Isto Suwarno, melakukan perbanyakan tanaman buah asal Australia itu. Di bawah payung Telaga Nursery Prambanan, Isto memulai usaha pembibitan berbagai jenis tanaman buah sejak tahun 1996.

Di awal memuluai usaha, modal  yang dikeluarkan sekitar Rp 93 juta yang  digunakan Isto untuk membeli beberapa jenis tanaman buah dari Prakoso, penangkar bibit buah di Demak. Jawa Tengah, serta membeli tanah seluas 500 meter persegi, dan peralatan berkebun.

Melihat banyaknya permintaan pemesan bibit srikaya jumbo ini, Isto pun dengan segera melakukan perbanyakan dari dua pohon indukan srikaya jumbo yang dimilikinya. Setelah berhasil melakukan perbanyakan dengan cara okulasi penempelan mata tunas dan tumbuh lebat semakin meyakinkan Isto kembali melakukan perbanyakan dari 100 pohon miliknya yang sebagian besar hasil perbanyakannya sendiri.


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Perbanyakan  bibit  tanaman dengan okulasi atau tempel pada srikaya jumbo dilakukan dengan  cara menempelkan dua mata tunas srikaya jumbo ke batang srikaya lokal jenis mulwo lalu diikat sehingga pada batang yang ditempelkan mata tunas srikaya jumbo akan muncul tunas baru. Hal itu juga dilakukan guna menekan risiko kegagalan sehingga jika salah satu tidak tumbuh mata tunas masih ada peluang tumbuh mata tunas kedua.

Satu bulan setelah penempelan bibit sudah bisa ditanam di kebun dengan lubang tanam ukuran 50 cm x 50 cm yang sebelumnya telah diberi pupuk kompos dengan perbandingan 2:1 yakni jika tanahnya 20 kg maka komposnya 10 kg. Adapun jarak antar lubang tanam sekitar 6 m x 6 m.

Untuk perawatan bibit sendiri, Isto melakukan penyiraman 2-3 hari sekali tergantung cuaca.

“Agar bibit lebih banyak memiliki tunas baru, maka lakukan pemengkasan dua bulan sekali dengan cara memotong bagian ujung cabang agar didapat ranting baru,” ungkapnya kepada JITUNEWS.

“Srikaya jumbo sudah bisa berbuah di tahun pertama hanya saja jumlahnya tidak banyak yakni 4-5 buah dengan ukuran 500-600 gram. Namun di tahun-tahun selanjutnya, buah srikaya jumbo akan semakin banyak (30-40 buah/tahun) dengan ukuran hingga 850 gram," terang pria yang hobi berkebun ini.

Setelah serius melakukan pembibitan selama satu tahun, saat ini Isto mampu melakukan perbanyakan 1.000 pohon dari 100 pohon indukan yang ditanam di kebun seluas 1,2 hektar milikinya.

“Teknik okulasi ini sangat mudah dilakukan dan tingkat keberhasilannya sekitar 80%,” tutur ayah tiga anak ini.

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana