logo


Ini Kendala Bintan Alumina Dalam Membangun Smelter

Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia meminta, kepada Pemerintah untuk turun tangan.

3 Agustus 2015 16:07 WIB

Ilustrasi smelter. (Ist)
Ilustrasi smelter. (Ist)

JAKARTA JITUNEWS.COM - Direktur Utama (DIRUT) PT Bintan Alumina Indonesia Zulnahar Usman mengungkapkan, bahwa pihaknya masih mengalami kendala proses pembebasan lahan dalam merealisasikan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di wilayah Bintan, Kepulauan Riau.

Oleh karena itu, Menurut Zulnahar, proses pembangunan dan penyelesaian smelter perusahaannya akan mengalami penundaan, bahkan akan molor dari target awal, yakni tahun 2016 menjadi tahun 2017.

Untuk itu, Zulnahar pun memintak, kepada Pemerintah untuk turun tangan "Kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan hal ini. Kami ingin proyek smelter ini bisa dilakukan dengan cepat," ungkap Zulnahar kepada wartawan, Jakarta, Senin (3/8).


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Sekadar informasi, kewajiban pembangunan smelter alumina tersebut merupakan tanggung jawab dari perusahaan pertambangan atas berlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba) dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 7 Tahun 2012.

Aturan tersebut menginstruksikan kepada para penambang untuk menjalankan program peningkatan nilai tambah produk pertambangan, serta kewajiban mengolah dan memurnikan mineral di dalam negeri.

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin