logo


Komisioner KPU Klaim Sudah Antisipasi Terjadinya Calon Tunggal di Pilkada

Pemberian perpanjangan batas waktu hingga 3 Agustus disebut sebagai antisipasi dari KPU

31 Juli 2015 00:00 WIB

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah. (Ist)
Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persiapan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember mendatang diwarnai dengan banyaknya daerah yang mengusung calon tunggal. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun mengklaim jika pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan bahwa, pihaknya sesungguhnya telah mengantisipasi agar Pilkada serentak bisa terindar dari terjadinya pencalonan tunggal. Pemberian perpanjangan batas waktu hingga 3 Agustus disebut sebagai antisipasi dari KPU. 

Namun, lanjut Ferry, jika perpanjangan waktu yang diberikan tak menambah jumlah pasang calon, maka sesuai UU daerah tersebut terpaksa menggelar Pilkadanya pada 2017 mendatang.

"Selama ini belum pernah terjadi hanya ada calon tunggal dalam pertarungan Pilkada sebelumnya," ungkap Ferry saat dihubungi, Jumat (31/7).

Sebelumnya, Menteri Tjahjo Kumolo sudah menyampaikan dua opsi terkait Pilkada yang hanya diikui satu pasang calon saja. Opsi pertama ialah daerah tersebut mengundurkan pelaksanaan Pilkada hingga 2017 , dan opsi selanjutnya Menteri Dalam negeri itu memgusulkan agar Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshiddiqie, ikut menanggapi persoalan calon tunggal tersebut. Dirinya minilai bahwa tidak ada kepentingan yang mengharuskan pemerintah mengeluarkan Perppu.

"Saya tidak merekomendasikan karena tidak ada keadaan genting yang memaksa,"

kata Jimly saat ditemui di Kantor Pemilihan Umum, Kamis (30/7) kemarin.

Bila Menangkan Pilkada, Cawalkot PDIP Bakal Terapkan Ekasila

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan